Kamis, 13 Oktober 2011

kasih sayang

allah swt menyayangi makhluknya yang taat pada-Nya, maka merupakan kewajiban bagi kita untuk senantiasa menjalankan seluruh perintah dan menjauhi larangannya. oleh karena itu sebagai hamba yang di sayang maka pantas lagi dan lagi bersyukur atas nikmat-nikmay yang telah dikaruniakan kepada kita:
hidup adalah nikmat yang kadang terlupakan, padahal dengannya kita dapat berpikir dan dengan berpikir kita menjadi ada, demikian yang dikataka filosof yunani descartes.
dengan nikmat ini kita dapat meraih nimat-nikmat yang lainnya; seperti melihat, mendengar, berkarya dst.
allah telah menetapkan kebahagiaan umat manusia pada agama yang sempurna sebagaimana yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. bila ada agama/ iman yang sempurna dalam diri kita, maka kita akan bahagia didunia sementara dan akhirat selama-lamanya. hari ini kebanyakan manusia mengusahakan hal-hal yang sifatnya dohir padahal itu akan ditinggalkannya, sedangkan yang batin pasti dan pasti akan ditempuhnya, karenanya mesti diusahakan sampai titik darah penghabisan. agar dapatkan iman yang sempurna. karena dengan iman maka semua akan terjaga dan terselamat.

metode pembelajaran perspektif hadis

METODE PEMBELAJARAN PERSPEKTIF HADIS

A. PENDAHULUAN
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran.
Seorang guru, dituntut untuk memahami dan menguasai istilah-istilah di atas, dengan demikian ,maka akan dicapai tujuan secara optimal. Disamping hal-hal tersebut di atas, seorang guru harus memiliki kompetensi;
1) Kompetensi kepribadian,
2) Kompetensi akademik
3) Kompetensi sosial dan
4) Kompetensi professional.
Dengan lengkapnya kompetensi yang ada pada setiap guru, sebagaimana di sebutkan diatas, maka tujuan pendidikan Nasional akan dapat dicapai; menciptakan manusia yang seutuhnya ; sehat jasmani dan rohani.
Tapi dalam perjalannya tidak setiap guru mampu untuk menyempurnakan seluruh kompetensi itu hadir pada dirinya dan malah jauh dari yang diharapkan, sehingga tujuan yang dicita-citakan tak kunjung datang hasilnya, oleh karena itu agar cita-cita dapat dicapai, maka minimal ia (guru) mampu dalam menguasai metode pemelajaran.
Dalam makalah ini akan diangkat permasalahan sekitar metode pembelajaran berdasarkan hadis.

B. PEMBAHASAN
Dalam dunia pendidikan kita mengenal beberapa istilah, yang kadang istilah-istilah ini membingungkan para praktisi pendidikan, antara lain; (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran.
1. Pengertian strategi, metode, dan pendekatan
Strategi dalam dunia pendidikan diartikan sebagai, a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal, jadi strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. demikian yang dimaksud dengan strategi lebih tegasnya strategi adalah perencanaan untuk mencapai sesuatu (a plan of operation achieving something), sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi (a way in achieving something). Sedangkan pendekatan adalah sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

2. Metode pembelajaran
metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian system pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.
a. Ceramah
Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lsan atau penjelasan langsug kepada sekelompok siswa/ peserta didik. Metode ceramah merupakan cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori. Demikian sabda Nabi SAW:
Afdzalul a”mal assholatu liwaktiha wa birrul walidaini
:”amal yang paling utama (afdzal) adalah mengerjakan shalat pada (awal) waktunya, dan berbuat baik kepada orang tua.”
1) Kelebihan Metode Ceramah
Beberapa kelebihan atau keunggulan metode ini antara lain;
a) Ceramah merpakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan.
b) Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas.
c) Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan.
d) Guru dapat mengontrol keadaan kelas, dan
e) Organisasi kelas dapat diatur menjadi lebih sederhana.
2) Kelemahan Metode Ceramah
Kelemahan metode ini,yaitu:
a) Materi yang dapat dikuasai siswa/ peserta didik sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru.
b) Ceramah yang tidak disertai peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
c) Guru yang tidak memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan.
d) Sulit mendeteksi apakan seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum.
3) Langkah-langkah metode ceramah:
a. Tahap persiapan
• Merumuskan tujuan yang akan dicapai
• Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan
• Mempersiapkan alat bantu.
b. Tahap Pelaksanaan
 Langkah Pembukaan:
i. Yakin bahwa siswa/ peserta didik memehami tujuan yang akan dicapai.
ii. Lakukan langkah apersepsi, yaitu langkah yang menghubungkan materi pelajaran yang lalu dengan materi yang akan disampaikan.
 Langkah Penyajian:
i. Menjaga kontak mata secara terus-menerus dengan siswa/ peserta didik.
ii. Gunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dicerna oleh siswa/ peserta didik.
iii. Sajikan materi secara sistematik.
iv. Tanggapi respon siswa/ peserta didik dengan segera.
v. Jagalah agar kelas tetapondusif dan menggairahkan untuk belajar.
 Langkah Mengakhiri atau Menutup Ceramah:
i. Membimbng siswa/ peserta didik untuk menarik kesimpulan atau merangkum materi pelajaran yang baru saja disampaikan.
ii. Merangsang siswa/ peseerta didik untuk dapat menanggapi atau member semacam ulasan tentang materi pelajaran yang telah disampaikan.
iii. Melakukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa/ peserta didik menguasai materipelajaran yang baru saja disampaikan.

b. Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Dalam strategi pembelajaran , demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri. Adapun sabda Nabi SAW: yang berkenanna dengan hal ini adalah:
Kuunuu mislana
:”Jadilah kamu seperti aku.”
1) Kelebihan Metode Demonstrasi:
• Terhindar dari verbalisme
• Disamping mendengar juga siswa dapat melihat
• Dengan pengamatan siswa dapat membandingkan antara teori dan kenyataan.
2) Kelemahan Metode Demonstrasi
• Persiapan harus lebih matang
• Biaya yang lebih mahal
• Kemampuan dan keterampilan guru sangat dituntut.
3) Langkah-Langkah Metode Demonstrasi:
• Tahap Persiapan
1. Rumuskan tujuan yang harus dicapai siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
2. Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
3. Lakukan uji coba demonstrasi.
• Tahap Pelaksanaan
1. Langkah Pembukaan
 Atur posisi siswa agar dapat menyaksikan dengan jelas
 Kemukakan tujuan apa yang akan dicapai siswa.
 Beri tugas siswa.
2. Langkah Pelaksanaan Demonstrasi
 Mulai dengan kegiatan yang merangsang berfikir siswa
 Menciptakan suasana yang menyejukkan
 Yakinkan seluruh siswa menyaksikan jalannya demonstrasi
 Berikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir lebih lanjut
3. Langkah Mengakhiri Demonstrasi
 Memberi tugas kepada siswa kaitannya dengan pelaksanaan dan
 Guru dan siswa memberikan evaluasi secara bersama atas jalannya demonstrasi.
c. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan,menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan. Dalam pembelajaran Islam Rosulullah telah melakukan kegiatan semacam ini, yaitu ketika Malaikat Jibril dating kepada Rosulullah SAW dan menanyakan tentang iman dan islam.
Ma hual iman qola al imanu antukmina billahi…
Wama hual islam qola al islamu antashada laa ilaha illallah….
Jenis diskusi ada dua jenis proses pembelajaran.pertama, diskusi kelompok dan kedua,diskusi kelompok kecil. Yang pertama maksudnya diskusi kelas dan yang kedua terdiri 3-7 orang, dengan cara guru menyajikan masalah dengan beberapa submasalah . setiap kelompok memecahkan submasalah yang disampaikan guru. Proses diskusi diakhiri dengan laporan setiap kelompok.
Menurut Bridges (1979), tugas guru dalam proses diskusi adalah; 1) setiap siswa dapat mengeluarkan gagasan dan pendapatnya, 2) setiap siswa harus saling mendengar pendapat orang lain; 3)setiap siswa arus saling memberi respon; 4) setiap siswa harus dapar mengumpulkan atau mencatat ide-ide yang dianggap penting dan 5) setiap siswa harus dapat mengembangkan pengetahuannya serta memahami isu-isu yang dibicarakan dalam diskusi.

1. Kelebihan Metode Diskusi :
• Dapat merangsang siswa untuk kreatif dalam memberikan ide-ide dangagasan.
• Membiasakan diri bertukar pikiran dalam menyelesaikan masalah.
• Melatih siswa mengungkapkan gagasan secara verbal dan belajar menghargai pendapat orang lain.
2. Kelemahan Metode Diskusi:
• Biasanya dikuasai hanya oleh 2-3 orang saja.
• Kadang pembahasan meluas dan kabur.
• Memerlukan waktu yang panjang kadang menyita waktu.
• Sering terjadi beda pendapat yang berujung bersifat emosional tak terkontrol.
3. Langkah-Langkah Melaksanakan Metode Diskusi:
• Langkah Persiapan
• Merumuskan tujuan yang akan dicapai.
• Menentukan jenis diskusi yang akan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
• Menetapkan masalah yang akan dibahas.
• Mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi.

• Pelaksanaan Diskusi:
• Memeriksa persiapan diskusi
• Memberi pengarahan tujuan yang hendak dicapai.
• Melaksanakan diskusi sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan.
• Memberikan kesempatan yang sama pada setiap anggota diskusi untuk mengungkapkan gagasan dan ide-idenya.
• Mengendalikan pembicaraan kepada pokok persoalan yang dibahas.
• Menutup Diskusi:
• Membuat pokok-pokok bahasan sesuai bahasan
• Mereview jalannya diskusi dan member umpan balik untuk selanjutnya.
d. Metode Simulasi
Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura berbuat seakan-akan. Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara langsung pada objek yang sebenarnya.
1) Kelebihan:
a. Simulasi dapat menjadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat maupun dunia kerja.
b. Dapat mengembangkan kreativitas siswamemupuk keberanian dan percaya diri.
c. Memperkaya pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam menghadapi social yang problematic.
d. Meningkatkan gairah siswa dalam pembelajaran.
2) Kelemahan:
a. Pengalaman yang didapat tidak tepat dengan kenyataan
b. Berubah menjadi alat hiburan sedangkan pembelajaran terabaikan.
c. Factor rasa takut dan malu menghantui siswa dalam melakukan simulasi.
3) Langkah-langkah:
a. Persiapan Simulasi:
i. Menetapkan topic
ii. Guru memberi gambaran situasi
iii. Guru menetapkan pemain
iv. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang perannya.
b. Pelaksanaan Simulasi:
i. Dimainkan oleh kelompok pemeran
ii. Siswa mengikuti dengan perhatian
iii. Guru memberikan bantuan kepada siswa pemeran.
iv. Simulasi dihentikan saat puncak untuk merangsang daya pikir siswa akan lanjutannya.



PENUTUP

Demikianlah bahwasanya dalam pembelajaran telah dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Dengan berbagai metode, maka denganya telah maju pendidikan Islam pada masa-masa awal , yaitu zaman para sahabat dan tabiin serta tabiit tabiin ; hingga dapat dilihat ketika zaman bani umayah dan bani abbasiyah.
Keberhasilan metode yang telah dilakukan oleh Rosulullah telah mengangkat nama Umat Islam dizaman keruntuhan dan kegelapan umat yang lain selain Umat Islam. Dengan beberapa metode, antara lain dengan tauladan atau contoh ,yang kemudian disebut dengan metode demonstrasi; dengan pengamalan al-Quranya. Selanjutnya dengan para sahabatnya ada member kan tausiah atau taklim setiap hari sehingga hasil taklim itu disampaikan pula kepada istri-istrinya d rumah dan dari istri-istrinya lalu disampaikan lagi kepada anak-anaknya sehingga anak-anaknya menjadi hafidz-hafidzah, alim-alimah serta dai-daiyah ini bukti yang tak bisa dibantah oleh sejarah.
wallahu ‘alam bishawwab.


DAFTAR PUSTAKA

Makmun, Abin Syamsuddin. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja. 2003
Supriawan, Dedi dan A. Benyamin Surasega,. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung. 1990
Winataputra, Udin S... Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. 2003
Senjaya, Wina.. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2008
(http://smacepiring.wordpress.com/), Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran

anak