November, 26 2011
A. Selayang
Pandang
Kata Tasikardi
merupaka
n gabungan dua suku kata dari bahasa Sunda, yaitu tasik
dan ardi yang artinya danau buatan. Menurut seja
n gabungan dua suku kata dari bahasa Sunda, yaitu tasik
dan ardi yang artinya danau buatan. Menurut seja
rahnya, danau
tersebut dibuat pada masa pemerintahan Panembahan Maulana Yusuf (1570-1580 M),
sultan kedua Kesultanan Banten. Konon, danau yang luasnya mencapai 5 hektar dan
bagian dasarnya dilapisi dengan ubin batu bata ini, dahulunya, merupakan tempat peristirahatan sultan-sultan Banten
bersama keluarganya.
Pada masa itu,
danau yang juga dikenal dengan Situ Kardi ini memiliki fungsi ganda. Selain
sebagai penampung air dari Sungai Cibanten yang digunakan untuk mengairi
areal persawahan, danau ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi pasokan air bagi
keluarga keraton dan masyarakat sekitarnya. Air Danau Tasikardi dialirkan ke
Keraton Surosowon melalui pipa-pipa yang terbuat dari tanah liat berdiameter
2-40 sentimeter. Sebelum digunakan, air danau tersebut terlebih dahulu disaring
dan diendapkan di tempat penyaringan khusus yang dikenal dengan sebutan pengindelan
abang
(penyaringan
merah), pengindelan putih (penyaringan putih), dan pengindelan emas
(penyaringan emas).
Dewasa ini,
Danau Tasikardi, bersama Masjid Agung Banten, Keraton Surosowon, Keraton Kaibon, Pasar Lama Serang, Benteng Speelwijk,
dan Vihara Avalokitesvara, masuk dalam Situs Banten Lama. Keberadaan
situs-situs yang berada di Kabupaten Serang tersebut, selain menjadi saksi bisu
tentang kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lampau, juga
merupakan tempat tujuan wisata sejarah yang mengasyikkan. Para pengelola biro
perjalanan wisata pun telah mengemas situs-situs tersebut dalam satu paket
wisata khusus, yaitu Kawasan Wisata Banten Lama.
B. Keistimewaan
Mengunjungi
Danau Tasikardi yang konon tidak pernah kering dan tidak pernah meluap ini
terbilang istimewa. Karena dengan mengunjungi danau tersebut, berarti wisatawan
telah mengunjungi situs sejarah dan sekaligus obyek wisata yang memesona.
Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban
Kesultanan Banten pada masa lalu. Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau
danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air
bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang.
Sedangkan
sebagai obyek wisata, danau ini merupakan salah satu tempat rekreasi yang cukup
ramai dikunjungi pelancong, terutama pada akhir pekan dan hari-hari libur
lainnya. Air danaunya yang tenang dan bergerak mengikuti hembusan angin, serta
jejeran pepohonan rindang yang mengelilinginya, tepat sekali dipilih sebagai
tempat rekreasi yang menyenangkan bersama keluarga, atau sekadar untuk mencari
inspirasi. Nuansa agraris yang tercermin dari hamparan luas areal persawahan
yang mengitari danau, apalagi ketika memasuki musim tanam atau musim panen,
kian melengkapi daya tarik kawasan ini. Pelancong dapat menikmati keindahan
Danau Tasikardi dari bawah rindangnya pepohonan, shelter-shelter, atau
sambil lesehan di
atas tikar yang disewakan.
atas tikar yang disewakan.
Selain itu,
danau ini adalah rumah bagi banyak ikan, sehingga wisatawan yang suka memancing
dapat menyalurkan hobinya di sini. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin
“menyatu� dengan kawasan danau, dapat berkemah di camping ground yang
luas dan aman yang terdapat di kawasan ini.
Bila anda bosan
berada di tepi danau, anda dapat mendatangi sebuah pulau yang dahulunya
merupakan tempat rekreasi keluarga kesultanan. Untuk mencapai pulau seluas 44 x
44 meter persegi yang berjarak sekitar 200 meter dari bibir danau ini,
wisatawan dapat menyewa perahu. Di pulau tersebut, masih dapat dilihat
sisa-sisa peninggalan Kesultanan Banten, seperti kolam penampungan air,
pendopo, dan kamar mandi keluarga kesultanan. Juga terdapat jungkit-jungkitan,
semacam tempat permainan untuk anak-anak yang terbuat dari besi panjang,
yang terletak di samping pendopo.
Jelang matahari
terbenam, eksotisme danau yang menjadi saksi bisu tentang kegemilangan Banten
pada masa lalu ini kian memikat hati turis. Burung-burung kecil yang terbang
rendah di tepi danau dan sesekali menyambar air danau, kian mengukuhkan betapa
spesialnya obyek wisata tirta (air) ini. Nuansa tersebut dapat dicerap oleh
turis dari tepi danau maupun dari atas perahu yang melaju perlahan-lahan di
atas danau.
C. Lokasi
Danau Tasikardi
terletak di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi
Banten, Indonesia.
D. Akses
Dari Kota
Serang, ibukota Provinsi Banten, pengunjung dapat mengakses Danau Tasikardi
dengan naik angkutan kota jurusan Kramatwatu. Danau bersejarah tersebut berada
sekitar 6 kilometer di sebelah barat Kota Serang, atau berjarak sekitar 3
kilometer di sebelah tenggara Keraton Surosowon.
E. Harga Tiket
Wisatawan yang
bertamasya ke Danau Tasikardi dipungut biaya sebesar Rp 5.000 per orang (Juli
2009).
F. Akomodasi
dan Fasilitas Lainnya
Di kawasan
Danau Tasikardi terdapat kantin dan toko yang menyediakan berbagai kebutuhan
wisatawan, seperti makanan, minuman, dan perlengkapan untuk memancing.
Berbagai
fasilitas lainnya, seperti camping ground, tempat parkir, serta jasa
persewaan perahu dan tikar, juga tersedia di sini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar