|
ANALISIS
DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam
penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan
cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses
tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya.
Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka
mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan
interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola
atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data
yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan
penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat
berbeda-beda antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas
berfikir sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat
analisis data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti
untuk menganalisis data seperti formula yang dipakai
dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat
beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan
interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh
data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu
wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka).
Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi.
Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada.
Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini
dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan
dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan
keabsahandata. Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji
(verifikasi) untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan
beberapa metode tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis
data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus.
Pengumpulan data dan analisis data berjalan bersamaan (hand in
hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan &
Sari Knopp Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses
secara sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber
dari wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk
menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data
merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian
direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada)
untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang
baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa
saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen
.
1. Pastikan
ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan
kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai
minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar
penelitian yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian
yang sesuai dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik.
Terdapat dua macam pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif
(substantive theoretical questions) (fokus pada subjek dan
latar khusus penelitian yang tengah dilakukan) dan pertanyaan
teoretikal formal (formaltheoretical questions) (tidak berfokus pada
subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan, namun bersifat
lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.5. Tulis
sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti
hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang
berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari
lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode
maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang
diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur
ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi
dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya
tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang
disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan
data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori
data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang
berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek
penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit
data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik
penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk
berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan topik
penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode
yang dibentuk berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek
lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat
membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi
pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6.
Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan
yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas
khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy
codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada
taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
9. Relationship
and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang
tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶
(persahabatan, permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi
struktur dan isi pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri
yang juga menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes.
Kode yang berisi prosedur penelitian, masalah-masalah
sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan melalui pengkodean,
selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen
menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data.
Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data
dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara
berfikir peneliti merefleksikan ide-ide tersebut? Atau
peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain? Kerangka apa
yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari bagaimana
peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai data-data
mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun, apa yang
terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha evaluatif
terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa pertanyaan
dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi kehidupan
sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap asumsi
yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi
temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman
yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian
sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant
Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat
dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh
Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh
Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif
konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap
setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta kawasannya,
3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa saran yang
dapat dilakukan jika menggunakan metode ini untuk menganalisis data
penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang terhimpun dengan melihat sumber
data yakniwawancara, pengamatan dan dokumen.2. Menelaah semua indikator
dari kategori-kategori yang sedang diamati dalamdokumen dan memberinya
kode.
3. Membandingkan
kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul
antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan
bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah
kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut
terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data
selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan
ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan
kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial)
sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan
menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss
dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis
data menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open
coding, axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks
kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan teori
substantif berdasarkan matriks yang telah disusun dan temuan
penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka),
peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji
dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di
dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics)
dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan
ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros),
peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian
data ini disajikan dengan menggunakan paradigma pengkodean atau
diagram logika melalui beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena
sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang memengaruhi
fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang
dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang
menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan
menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses
selective coding (pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi
µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian
kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini
proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat
dibangun.
4.
Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional
yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil
pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas
ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut
sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat
saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil
dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang
demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded)
suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley
(1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian
etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar
berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan
Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian
etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan
pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap
kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun
data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis
domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain
Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh
dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan
rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai
pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih,
semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis
Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci
untuk mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan
yang terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari
ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan
antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara
terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering
Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain
dan hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam
tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses
analisis dan interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman
kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah
ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis
dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu
tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan.
Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam
pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi
datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini. Sementara,
interpretasi data
melibatkan
pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan
poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara
dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman
(1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama
yang berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data,
yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian
fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti
mengulas kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan
singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and
CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang telah disusun
(kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan penelitian yang
muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau esensial
Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan
berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan dengan pertanyaan yang
telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat kaitannya dengantahapan
analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan pengkodean inferensial atau
penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan
kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa
tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah
diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan
kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code).
Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan
segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan
data yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan
yang saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site
Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan
dan anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan.
Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian
dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site
SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh
peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain
memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan
dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data
dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua
kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi
tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang
berasal dari suatu hasil
pengamatan,
baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi
gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba
membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada
patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik
sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa
yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks
deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik
mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat
ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu
kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b.
Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau
perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau
aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan
kedua metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin,
cara koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik
pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan
pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang
diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data
yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell
(2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data
yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah
matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan
tipe data misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual
(foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan
(informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah
data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk
narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya
untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam
untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data
merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar
proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara
keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai
segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak
penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan
Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik
antara lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara
berfikir partisipan tentang objek dan orang, proses,
aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
Interpretasi
data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara
meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya,
perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh
peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang
penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶,
µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama
dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti
terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan
kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk
penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark
(2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research
dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode
penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan
penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada
berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis
juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur
analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan
dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam format
yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun
kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif berarti scoring data
dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang
eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan
untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan
mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu
mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau
observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis.
Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian
mengi-inputnya kedalam program software seperti MAXqda,
Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi
data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara
deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian
jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat
ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya
distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah
membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di
margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of
meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat
dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah
pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat.
Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
pertanyaan
penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan
tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan
dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur
variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal
atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan
dengan coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti
frasa, kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi.
Setelah itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu
menghubungkan tema atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke
dalam tema yang lebih kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat
dilakukan dengan program analisis data untuk kualitatif.4.
Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan dalam penelitian
kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian dalam bentuk
ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan dalam
bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif,
presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan
tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual
dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data
dilakukan dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa
reliabilitas skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas
dan reliabilitas data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua
penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas
data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa
peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan
reliabilitas bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten
dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil
analisis peneliti daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji
luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat
tergantung pada reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks
yang diteliti. Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata
dilakukan dengan memakai pendekatan member checking, triangulasi, dan
peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data
(Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah menganalisis
data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan
temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian
kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni:
Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility
(kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang
tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus
berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian
sepanjang waktu penelitian (prolonged
participation
at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal
ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada
MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua
masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang
cermat (persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa
dan guru selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan
sejawat selama proses penelitian berlangsung (peer
debriefing).Transferability (keteralihan) merupakan konsep validitas yang
menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau
diterapkan pada kontekslain yang berkarakteristik sama (representatif).
Hal ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai
konteks artinya peneliti membuat deskripsidata secara detail dan
mengembangkannya sesuai konteks.Dependability (kebergantungan) untuk
menunjukkan stabilitas data, penelitimemeriksa data dari beberapa metode
yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data yang
satu dengan yang lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan
netralitas dan objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal
guna melakukan refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik
Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus
memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat.
Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan
keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara
lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti
perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member
checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau
lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas.
Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada
partisipan dan menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang
keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek
dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi
bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan
proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi
datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu
(informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data
(wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data
(wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari
bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan
cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut
dapat berupa pakar
yang
dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan
laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi
kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda
dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran
pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan
berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema
tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang
digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn
Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang
lebih bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini
berarti bahwa peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu
yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di
lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas
maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini,
yaitu untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan
peneliti sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta
mempelajari lebih dalam tentang latar dan subjek penelitian.2.
Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan
berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau
tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus
penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan
untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3.
TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain
di luar data untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap
temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi:
sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil
penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan
pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal
ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka
dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah
dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian
selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus
negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang
tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah
dikumpulkan dan digunakan sebagai pembanding.
|
scribd. scribd.
ANALISIS
DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam
penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan
cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses
tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya.
Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka
mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan
interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola
atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data
yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan
penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda
antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir
sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis
data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk
menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun,
pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh
untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali
dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber
yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka).
Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi.
Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada.
Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini
dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan
dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata.
Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi)
untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode
tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian
kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan
analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA.
Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp
Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara
sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari
wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk
menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data
merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian
direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada)
untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru
dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran
dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
1.
Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan
kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai
minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian
yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai
dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam
pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical
questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah
dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions)
(tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah
dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data
dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang
peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal
yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat
dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek
teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif
data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian
literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora,
analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart
misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang
disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan
data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori
data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang
berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek
penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data
yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik
penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan
alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶
ways of thinking about people and objects. Kode yang
dibentuk berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya,
subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun
dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi
pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6.
Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan
yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas
khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy
codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode,
manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
9. Relationship
and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang tidak ditunjukkan
di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan,
permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi
pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga
menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang
berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah
analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah
interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa
saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar
interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang
telah dirumuskan? apakah cara berfikir peneliti merefleksikan
ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang
lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa.
Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya,
membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang
dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3.
Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan
beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan
penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5.
Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi
bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk
menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7.
Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm
L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal
dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang
dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini
dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap
dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang
aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta
kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa
saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini
untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang
terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan
dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang
diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
3. Membandingkan
kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul
antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk
keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5.
Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data
selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan
ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan
kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial)
sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan
menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan
Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data
menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding,
axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional,
kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif berdasarkan
matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses
open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari
informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi
menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti
berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat
dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding
(pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open
coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan
paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah
yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori
yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau
interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan
kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi
strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective
CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti
mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan
pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding.
Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau
hipotesis dapat dibangun.
4. Pengembangan
dan penggambaran secara visual matrik kondisional yangmenjelaskan
kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan
analisis data adalah pembentukan teori substantif atas ranahatau bidang
yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai
(metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja
dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun
dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun,
Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan
studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada
dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang
jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi
budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni
grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses
penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada
setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah
maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis,
yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis
tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan
menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan
umum dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu
sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang
dipilih, semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis
Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk
mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang
terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri
spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan
antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara
terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering
Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan
hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema
sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan
interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif,
dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara
konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan
perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau
gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses
pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan
deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting
dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
melibatkan
pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan
poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara
dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman
(1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang
berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1.
Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus
penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas
kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk
mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean
seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini
didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci,
dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi
sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang
berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan
ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga
dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan
cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang
lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan
darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan
kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code).
Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan
segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data
yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang
saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site
Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan
anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan.
Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian
dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site
SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti
di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa
hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan
menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan
interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok,
yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan
untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
pengamatan,
baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi
gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba
membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada
patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik
sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang
dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks
deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik
mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat
ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu
kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b.
Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau
perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek
lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua
metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara
koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik
pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan
pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang
diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data
yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell
(2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data
yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik
atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data
misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video).
Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar
penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan
dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk
narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya
untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam
untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data
merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar
proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara
keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai
segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak
penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan
Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara
lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara
berfikir partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi,
hubungan dan struktur sosial.
Interpretasi
data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara
meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya,
perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti
lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam
sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan
µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan
penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan
peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik),
batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W.
Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis
data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode
penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan
kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method
resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang
digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain
penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method
research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan
memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk
penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian
kuantitatif berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai
numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database,
menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian
kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual
untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah
wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya
dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk
akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti
MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi
data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara
deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian
jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat
ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya
distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah
membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di
margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of
meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat
dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah
pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat.
Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
pertanyaan
penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan
tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan
dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur
variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal
atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan
coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa,
kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah
itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema
atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih
kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program
analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah
yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan
temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan
menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam
penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk
mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya
secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi
dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu
memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama,
kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data
berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni
memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif,
validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan
temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan
selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi
data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di
lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian
kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode
dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah
selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member
checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik
Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan
DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah
interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam
penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria,
yakni: Credibility, Transferability, Dependability
danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi
kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data,
peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di
latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
participation
at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal
ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada
MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua
masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat
(persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru
selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama
proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability
(keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi
suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain
yang berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan
untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti
membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai
konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data,
penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak
terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang
lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan
objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan
refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan
Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan
apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan
menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan
kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking.
triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek
temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah
proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan
untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini
jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan
padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan
penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian
tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah
interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2.
TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan
interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1)
individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data
(wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data
(wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias
atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang
dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa
pakar
yang
dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan
laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan
dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil
temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang
dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan
data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4.
Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk
meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan
beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi,
antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti
berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga
mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan
berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya.
Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu
untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti
sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih
dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan
pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara
dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan
ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih
dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian
yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan
sesuatu yang lain di luar data untuk pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam
triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan
sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi
untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan
menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan
sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang
telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah
penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus
negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak
sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan
dan digunakan sebagai pembanding.
|
scribd. scribd.
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA
KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam
penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan
cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses
tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya.
Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka
mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan
interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola atau
keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang
terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang
telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar
penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data
yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam
penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data
seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun,
pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh
untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali
dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu
wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah
berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi
merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian,
menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada
langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding.
Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir,
penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan
teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan
Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif
adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data
berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan
Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007)
µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari dan
mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan
lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan temuan
penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan ide-ide atas
hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian teoretik (teori
yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif
yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa
saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
1.
Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan
kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai minat,
kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian yang
jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai dengan
topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam
pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical
questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah
dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions)
(tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan,
namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan
cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti
hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang berhubungan
dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari lebih lanjut
untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode maupun isu
substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para
informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika peneliti berada di
lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat
visual seperti grafik dan chart misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap
selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan di atas adalah analisis
daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan dan Biklen menyebutnya
denganaktivitas ¶membangun kategori data¶ (developing coding categories).1.
Setting/context codes. Kode yang berisi informasi-informasi yang masih
umumtentang latar, topik dan subjek penelitian.2. Definition of the situation
codes. Penempatan unit-unit data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek
menggambarkan latar dan topik penelitian.3. Perspectives held by subjects.
Kode yang dibentuk berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan
topik penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode
yang dibentuk berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek
lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat
membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi
pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6.
Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan
yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus
yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes.
Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver,
dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
9.
Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang
tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan,
permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi
pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan
nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur
penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan
melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan
dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis
data. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data
dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara berfikir peneliti
merefleksikan ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka
teoretik yang lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian
serupa. Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan
teorinya, membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan
data yang dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis
data?3. Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4.
Mengajukan beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi
kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap
asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi
temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman
yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian
sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant
Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan
melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan
Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan
Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1)
membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2)
mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4)
menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode
ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang
terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan
dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang
diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
3.
Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan
perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul
antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan
ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data
tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang
berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi
kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis
data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan
kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang
dan menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss
dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data
menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding,
axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional,
kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif berdasarkan
matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses
open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari
informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi
menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti
berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat
dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen
tersebut.2. Axial CodingDalam
axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara
barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan
paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah yakni
mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang
memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau
interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan
kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi
strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective
CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti
mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian
kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini
proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat
dibangun.
4.
Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional
yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil
pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas
ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai
(metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja
dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun
dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun,
Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan
studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis:
Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan
strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris
deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967
yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu
proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan
pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah
maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis,
yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis
tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan
menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum
dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai
pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih,
semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis
Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk
mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang
terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri
spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen.
Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi
melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes
(Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan
keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus
dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi melibatkan
pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan
penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah.
Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan
suatu tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan.
Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola,
kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal
yang amat penting dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
melibatkan
pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan poladeskriptif,
melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5.
Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan
Huberman, terdapat enam metode utama yang berguna untuk menganalisis
data pada saat pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas
kerja yang berisi serangkaian fokus penelitian atau
pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil
catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan
kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan
yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan
penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau
esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat
dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan
dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat
kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan
pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara
mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih
kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar
telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan
kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code). Langkah
pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan segmen-segmen
data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data yang terhimpun
dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang saling terkait
yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site Analysis MeetingPeneliti
berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan anggota lainnya
untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan. Pertemuan ini diarahkan
olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab dan dicatat selama pertemuan
berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang
berhasil didapat oleh peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini
antara lain memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik
temuan dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis
data dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua
kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi
tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal
dari suatu hasil
pengamatan,
baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan
untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba membandingkanantara hasil
pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam
pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik sendiri sesuai dengan
tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang dapat dipertimbangkan
untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks deskripsiMatrik di bawah ini
berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik mungkin juga berisi penjelasan
data bila matrik tersebut memuat ide-ide peneliti termasuk
interpretasi peneliti terhadap suatu kejadian. Jenis matrik semacam itu
disebut matrik deskripsi. b. Matriks perbandinganMatrik perbandingan
berisi data pengamatan ganda atau perbandingan berdasarkandua hal, dapat
berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh
peneliti. Untuk membandingkan kedua metode, misalnya, peneliti
dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau ranah yang lain.c.
Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau matrik aspek
menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola atau aspek-aspek
yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.d. Matriks pola
kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun berdasarkan urutan waktu
(kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum data dianalisis, peneliti
melakukan pengorganisasian data yang dapatditempuh melalui beberapa cara
yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan
materi/data berdasarkan tipe data misalnya pengamatan, wawancara,
dokumen dan data visual (foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan
berdasarkan partisipan (informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan
seluruh data.Setelah data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan
data mentah ke dalam bentuk narasi/teks data), selanjutnya peneliti
mengeksplorasi data yakni upaya untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan
pemikiran yang lebih dalam untuk menentukan apakah data telah memadai
dan tepat.Pengkodean data merupakan langkah penting lainnya. Secara garis
besar proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara
keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen
dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak penting. 5)
menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan
contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan
konteks, perspektif partisipan, cara berfikir partisipan tentang
objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan
struktur sosial.
Interpretasi data
adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau
kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan
penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain).
Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah
penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶
seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian
terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti yang
dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan
saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano
Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research
dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode
penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan
penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada
berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja
dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya
prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1.
Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam
format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun
kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif berarti scoring data
dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang
eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk
penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan
mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu
mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi
kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses ini
peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya
kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau
HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang diperoleh
dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung
median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam
instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti
dapat menentukan normal tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian
kualitatif, langkahnya adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada,
dengan menulis memo pendek di margin tiap transkrip wawancara,catatan
lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau gambar. Pada tahap ini
pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam
penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam menganalisis data adalahmemilih
uji statistik yang tepat. Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
pertanyaan
penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan
tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari
jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur
variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau
tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan
coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa,
kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu
mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema atau
kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih kecil.
Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program analisis data
untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan
dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian
dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan
dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif,
presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan tema
atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual dalam
bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data dilakukan
dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas
skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas
data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan
keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam
penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa peneliti mampu
menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan reliabilitas
bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam
penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil analisis peneliti
daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas
berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat tergantung pada
reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks yang diteliti.
Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai
pendekatan member checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan
Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria
Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan
apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam
penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria,
yakni: Credibility, Transferability, Dependability
danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi
kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data,
peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar
penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
participation
at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini
dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian
Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi
langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation)
untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama
proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses
penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan)
merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan
penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang
berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan
untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti
membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai
konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data,
penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak
terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang lain.Confirmability
(kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, peneliti
dapat menggunakan jurnal guna melakukan refleksi terhadap data
yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah
menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian
akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan
keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara
lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti
perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member
checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau
lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas.
Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan
menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan
penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian
tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi
bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2.
TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan
interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu
(informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara,
pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara,
pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil
temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang
di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar
|
ANALISIS
DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam
penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan
cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses
tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya.
Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka
mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan
interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola
atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data
yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan
penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda
antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir
sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis
data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk
menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian
kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah
yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses
analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun
dari berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian
dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan
cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data
yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini
dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan
dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata.
Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi)
untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode
tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian
kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan
analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA.
Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp
Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara
sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari
wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk
menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data
merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian
direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada)
untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru
dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran
dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
1.
Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan
kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai
minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian
yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai
dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam
pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical
questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah
dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions)
(tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan,
namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan
cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti
hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang
berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari
lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode
maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang
diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika
peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan
konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya
tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan
di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan
dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶
(developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi
informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek
penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data
yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik
penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan
alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶
ways of thinking about people and objects. Kode yang
dibentuk berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya,
subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun
dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi
pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6.
Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan
yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas
khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy
codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode,
manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
9.
Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang
tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan,
permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi
pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga
menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang
berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah
analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah
interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa
saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar
interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang
telah dirumuskan? apakah cara berfikir peneliti merefleksikan
ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang
lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa.
Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya,
membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang
dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3.
Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan
beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan
penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5.
Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi
bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk
menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7.
Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm
L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal
dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang
dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini
dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap
dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang
aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta
kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa
saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini
untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang
terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan
dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang
diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
3.
Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan
perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul
antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan
ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa
data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data
selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan
ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan
kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial)
sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan
menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan
Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data
menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding,
axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional,
kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif berdasarkan
matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses
open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari
informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi
menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti
berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat
dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen
tersebut.2. Axial CodingDalam
axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara
barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan
paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah
yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori
yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau
interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan
kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi
strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective
CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti
mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan
pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding.
Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau
hipotesis dapat dibangun.
4.
Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional
yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil
pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas
ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut
sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat
saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil
dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang
demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu
teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980)
µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian
etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar
berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan
Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi,
analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan
lapangan perlu dilakukan pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan
untuk menentukan langkah maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat
empat jenis analisis, yakni analisis domain, analisis taksonomi,
analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain Analysis (Analisis
Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari subjek penelitian
atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan rinci peneliti menemukan
berbagaikategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian
selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin banyak waktu
penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan
domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur
internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3.
Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada
setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal
ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi
melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes
(Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan
keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan
fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi
melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat
pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses
yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi
mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran
totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data,
penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar.
Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini.
Sementara, interpretasi data
melibatkan
pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan
poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara
dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman
(1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang
berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1.
Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus
penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas
kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk
mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean
seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini
didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci,
dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi
sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang
berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan
ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga
dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan
cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang
lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan
darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan
kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code).
Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan
segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data
yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang
saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site
Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan
anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan.
Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian
dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi
sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti di
lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal
yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan
langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi
data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi
tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis
dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
pengamatan,
baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi
gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba
membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada
patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik
sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang
dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks
deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik
mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat
ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu
kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b.
Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau perbandingan
berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang
sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua metode,
misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau
ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau
matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola
atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di
lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun
berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum
data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang
dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau
tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data
misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video).
Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar
penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan
dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk
narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya
untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam
untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data merupakan
langkah penting lainnya. Secara garis besar proses pengkodean menurut
Creswell yakni: 1) membaca data secara keseluruhan. 2)membagi/memilah data
ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang
tindih kode dan kode yang tidak penting. 5) menurunkankode ke dalam
tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan contoh-contoh kode
yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan konteks, perspektif
partisipan, cara berfikir partisipan tentang objek dan orang,
proses, aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
Interpretasi data
adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau
kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan
penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain).
Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah
penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶
seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian
terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti
yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik),
batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W.
Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis
data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode
penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan
kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method
resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang
digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain
penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method
research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan
memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk
penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian
kuantitatif berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai
numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database,
menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian
kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual
untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah
wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya
dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk
akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti
MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang
diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif.
Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor
yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya,
juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi
data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca
dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap
transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau
gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3.
Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam
menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji
statistik sangat ditentukan oleh
pertanyaan
penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan
tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan
dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur
variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal
atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan
coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa,
kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah
itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema
atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih
kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program
analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah
yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan
temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan
menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam
penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk
mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya
secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi
dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu
memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama,
kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data
berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni
memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif,
validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan
temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan
selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi
data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di
lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian
kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode
dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah
selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member
checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik
Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan
DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah
interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam
penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria,
yakni: Credibility, Transferability, Dependability
danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi
kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data,
peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di
latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
participation
at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal
ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada
MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua
masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat
(persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru
selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama
proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability
(keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu
penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang
berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan
untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti
membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai
konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data,
penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak
terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang
lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan
objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan
refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan
Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan
apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan
menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan
kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking.
triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek
temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah
proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan
untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini
jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan
padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan
penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian
tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi
bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2.
TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan
interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1)
individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data
(wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data
(wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias
atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang
dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa
pakar
yang
dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan
laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan
dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil
temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang
dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan
data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4.
Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk
meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan
beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi,
antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti
berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga
mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan
berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya.
Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu
untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti
sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih
dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan
pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara
dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan
ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih
dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian
yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan
sesuatu yang lain di luar data untuk pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam
triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan
sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi
untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan
menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan
sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang
telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah
penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus
negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak
sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan
dan digunakan sebagai pembanding.
7.
Uraian rinciTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria keteralihan, yakni
peneliti dapat menuliskaninterpretasi data atau laporan temuan sejelas dan
secermat mungkin sehingga dapatmenggambarkan konteks yang sesungguhnya agar
pada gilirannya dapat digunakan pada konteks lain yang sejenis
(berkarakteristik sama)8. AuditingTeknik
ini berkaitan erat dengan kriteria kebergantungan dan kepastian data. Hal
itudilakukan terhadap proses dan hasil penelitian. Proses auditing terdiri
dari: pra-entri, penetapan hal-hal yang dapat diaudit, kesepakatan
formal dan penentuan keabsahandata.
|
scribd. scribd.
|
ANALISIS
DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam
penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan
cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses
tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya.
Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka
mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan
interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola
atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data
yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang
telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar
penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga
data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam
penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data
seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun,
pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh
untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali
dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber
yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka).
Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi.
Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada.
Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini
dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan
dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata.
Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi)
untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode
tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian
kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis
data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan
Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007)
µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari
dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan
lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan
temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan
ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian
teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau
teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah
ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan
interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
1.
Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan
kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai
minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian
yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai
dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam
pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical
questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah
dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions)
(tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah
dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data
dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang
peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal
yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat
dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek
teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif
data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian
literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora,
analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart
misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang
disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan
data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori
data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang
berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek
penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data
yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik
penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan
alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶
ways of thinking about people and objects. Kode yang
dibentuk berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya,
subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun
dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi
pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6.
Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan
yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas
khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy
codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode,
manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
9.
Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang
tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan,
permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi
pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga
menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang
berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah
analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah
interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa
saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar
interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang
telah dirumuskan? apakah cara berfikir peneliti merefleksikan
ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang
lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa.
Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya,
membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang
dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3.
Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa
pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi
kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap
asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi
temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman
yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian
sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant
Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan melalui
analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan Strauss,
meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan
Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1)
membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2)
mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan
4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan
metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data
yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan
dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang
diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
3.
Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang
muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode
merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam
sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data
tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang
berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi
kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis
data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu
yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain
sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua
ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded
Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang
terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding
yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan
teori substantif berdasarkan matriks yang telah disusun dan
temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean
terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena
yang dikaji dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori
(segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen
(propertics) dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan
kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding
(pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open
coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan
paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah
yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori
yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau
interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan
kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi
strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective
CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti
mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan
pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding.
Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau
hipotesis dapat dibangun.
4.
Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional
yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil
pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas
ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut
sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat
saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil
dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang
demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu
teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980)
µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian
etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar
berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan
Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian
etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan
pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali
data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data
lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis
domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain
Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh
dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan
rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai
pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih,
semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis
Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk
mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang
terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri
spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan
antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara
terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering
Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan
hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema
sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan
interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif,
dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara
konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan
perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau
gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses
pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan
deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting
dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
melibatkan
pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan
poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara
dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman
(1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang
berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1.
Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus
penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas
kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk
mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean
seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini
didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci,
dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian
rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan
dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat
kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan
pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara
mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih
kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan
darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan
kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code).
Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan
segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data
yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang
saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site
Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan
anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan.
Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian
dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site
SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti
di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal
yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan
langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi
data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi
tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis
dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
pengamatan,
baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi
gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba
membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada
patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik
sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang
dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks
deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik
mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat
ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu
kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b.
Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau
perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek
lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua
metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara
koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik
pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan
pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang
diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data
yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell
(2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data
yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik
atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data
misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video).
Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar
penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan
dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk
narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya
untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam
untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data
merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar
proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara
keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai
segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak
penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan
Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara
lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara
berfikir partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas,
strategi, hubungan dan struktur sosial.
Interpretasi
data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara
meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya,
perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti
lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam
sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan
µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan
penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan
peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik),
batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W.
Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis
data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode
penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan
kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method
resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang
digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain
penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method
research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan
memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk
penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian
kuantitatif berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai
numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database,
menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian
kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual
untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah
wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya
dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk
akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti
MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi
data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara
deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian
jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat
ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya
distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah
membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di
margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of
meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat
dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah
pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat.
Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
pertanyaan
penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan
tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan
dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur
variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal
atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan
coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa,
kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu
mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema
atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih
kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program
analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah
yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan
temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan
menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian
kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk
mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya
secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi
dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu
memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama,
kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data
berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni
memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif,
validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan
temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan
selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi
data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di
lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian
kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode
dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah
selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member
checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik
Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan
DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah
interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam
penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria,
yakni: Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility
(kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang
tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus
berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian
sepanjang waktu penelitian (prolonged
participation
at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal
ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada
MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua
masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat
(persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru
selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama
proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan)
merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan
penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang
berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan
untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti
membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai
konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data,
penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak
terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang
lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan
objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan
refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan
Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan
apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan
menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan
kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking.
triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek
temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah
proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan
untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini
jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan
padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan
penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian
tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi
bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2.
TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan
interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1)
individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data
(wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data
(wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias
atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang
dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa
pakar
yang dapat
memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan
laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan
dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil
temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang
dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan
data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4.
Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk
meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan
beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi,
antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti
berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga
mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan
berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya.
Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu
untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti
sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih
dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan
pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara
dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan
ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih
dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian
yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan
sesuatu yang lain di luar data untuk pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam
triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan
sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi
untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan
menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan
sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang
telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah
penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus
negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak
sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan
dan digunakan sebagai pembanding.
7. Uraian
rinciTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria keteralihan, yakni peneliti
dapat menuliskaninterpretasi data atau laporan temuan sejelas dan secermat
mungkin sehingga dapatmenggambarkan konteks yang sesungguhnya agar pada
gilirannya dapat digunakan pada konteks lain yang sejenis
(berkarakteristik sama)8. AuditingTeknik
ini berkaitan erat dengan kriteria kebergantungan dan kepastian data. Hal
itudilakukan terhadap proses dan hasil penelitian. Proses auditing terdiri
dari: pra-entri, penetapan hal-hal yang dapat diaudit, kesepakatan
formal dan penentuan keabsahandata.
|
scribd. scribd.
|
Analisis
Data Penelitian Kualitatif (Sebuah Pengalaman Empirik)
|
|
|
|
|
Written
by Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si
|
|
Friday,
11 June 2010 01:32
|
|
Pekerjaan paling berat yang dilakukan peneliti
setelah data terkumpul adalah analisis data. Analisis data merupakan bagian
sangat penting dalam penelitian, karena dari analisis ini akan diperoleh
temuan, baik temuan substantif maupun formal. Selain itu, analisis data
kualitatif sangat sulit karena tidak ada pedoman baku, tidak berproses
secara linier, dan tidak ada aturan-aturan yang sistematis.
Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah
kegiatan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau
tanda, dan mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan
fokus atau masalah yang ingin dijawab. Melalui serangkaian aktivitas
tersebut, data kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk
bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa dipahami dengan mudah.
Analisis data kualitatif sesungguhnya sudah
dimulai saat peneliti mulai mengumpulkan data, dengan cara memilah mana
data yang sesungguhnya penting atau tidak. Ukuran penting dan tidaknya
mengacu pada kontribusi data tersebut pada upaya menjawab fokus penelitian.
Di dalam penelitian lapangan (field research) bisa saja terjadi
karena memperoleh data yang sangat menarik, peneliti mengubah fokus
penelitian. Ini bisa dilakukan karena perjalanan penelitian kualitatif
bersifat siklus, sehingga fokus yang sudah didesain sejak awal bisa berubah
di tengah jalan karena peneliti menemukan data yang sangat penting, yang
sebelumnya tidak terbayangkan. Lewat data itu akan diperoleh informasi yang
lebih bermakna. Untuk bisa menentukan kebermaknaan data atau informasi ini
diperlukan pengertian mendalam, kecerdikan, kreativitas, kepekaan
konseptual, pengalaman dan expertise peneliti. Kualitas hasil
analisis data kualitatif sangat tergantung pada faktor-faktor tersebut.
Dari pengalaman melakukan penelitian kualitatif
beberapa kali, model analisis data yang dikenalkan oleh Spradley (1980),
dan Glaser dan Strauss (1967) bisa dipakai sebagai pedoman. Kendati
tidak baku, artinya setiap peneliti kualitatif bisa mengembangkannya sendiri,
secara garis besar model analisis itu diuraikan sebagai berikut:
1. Analisis Domain (Domain analysis). Analisis
domain pada hakikatnya adalah upaya peneliti untuk memperoleh gambaran umum
tentang data untuk menjawab fokus penelitian. Caranya ialah dengan membaca
naskah data secara umum dan menyeluruh untuk memperoleh domain atau
ranah apa saja yang ada di dalam data tersebut. Pada tahap ini peneliti
belum perlu membaca dan memahami data secara rinci dan detail karena
targetnya hanya untuk memperoleh domain atau ranah. Hasil analisis
ini masih berupa pengetahuan tingkat “permukaan” tentang berbagai ranah
konseptual. Dari hasil pembacaan itu diperoleh hal-hal penting dari kata,
frase atau bahkan kalimat untuk dibuat catatan pinggir.
2. Analisis Taksonomi (Taxonomy Analysis).
Pada tahap analisis taksonomi, peneliti berupaya memahami domain-domain
tertentu sesuai fokus masalah atau sasaran penelitian. Masing-masing domain
mulai dipahami secara mendalam, dan membaginya lagi menjadi sub-domain, dan
dari sub-domain itu dirinci lagi menjadi bagian-bagian yang lebih khusus
lagi hingga tidak ada lagi yang tersisa, alias habis (exhausted).
Pada tahap analisis ini peneliti bisa mendalami domain dan sub-domain yang
penting lewat konsultasi dengan bahan-bahan pustaka untuk memperoleh
pemahaman lebih dalam.
3. Analisis Komponensial (Componential Analysis).
Pada tahap ini peneliti mencoba mengkontraskan antar unsur dalam ranah yang
diperoleh . Unsur-unsur yang kontras dipilah-pilah dan selanjutnya dibuat
kategorisasi yang relevan. Kedalaman pemahaman tercermin dalam kemampuan
untuk mengelompokkan dan merinci anggota sesuatu ranah, juga memahami
karakteristik tertentu yang berasosiasi. Dengan mengetahui warga suatu
ranah, memahami kesamaan dan hubungan internal, dan perbedaan antar warga
dari suatu ranah, dapat diperoleh pengertian menyeluruh dan mendalam serta
rinci mengenai pokok permasalahan.
4. Analisis Tema Kultural (Discovering Cultural
Themes). Analisis Tema Kultural adalah analisis dengan memahami
gejala-gejala yang khas dari analisis sebelumnya. Analisis ini mencoba
mengumpulkan sekian banyak tema, fokus budaya, nilai, dan simbol-simbol
budaya yang ada dalam setiap domain. Selain itu, analisis ini berusaha
menemukan hubungan-hubungan yang terdapat pada domain yang dianalisis,
sehingga akan membentuk satu kesatuan yang holistik, yang akhirnya
menampakkan tema yang dominan dan mana yang kurang dominan. Pada tahap ini
yang dilakukan oleh peneliti adalah: (1) membaca secara cermat keseluruhan
catatan penting, (2) memberikan kode pada topik-topik penting, (3) menyusun
tipologi, (4) membaca pustaka yang terkait dengan masalah dan konteks
penelitian. Berdasarkan seluruh analisis, peneliti melakukan rekonstruksi
dalam bentuk deskripsi, narasi dan argumentasi. Sekali lagi di sini
diperlukan kepekaan, kecerdasan, kejelian, dan kepakaran peneliti untuk
bisa menarik kesimpulan secara umum sesuai sasaran penelitian.
---Selamat Mencoba---
|
|
ANALISIS
DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam
penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan
cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses
tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya.
Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka
mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan
interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola
atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data
yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan
penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda
antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir
sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis
data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk
menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian
kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah
yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses
analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari
berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian
dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan
cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data
yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini
dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan
dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata.
Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan
teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan
Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif
adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data
berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan
Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007)
µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari
dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan
lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan
temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan
ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian
teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau
teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah
ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan
interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
1.
Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan
kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai
minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian
yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai
dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam
pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical
questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah
dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions)
(tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah
dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data
dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang
peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal
yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat
dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek
teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif
data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian
literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora,
analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart
misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang
disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan
data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori
data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang
berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek
penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data
yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik
penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan
alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶
ways of thinking about people and objects. Kode yang
dibentuk berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya,
subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun
dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi
pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6.
Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan
yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas
khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy
codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode,
manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
9.
Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang
tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan,
permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi
pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan
nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur
penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data
dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam
hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1.
Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar interaksi
simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang telah
dirumuskan? apakah cara berfikir peneliti merefleksikan ide-ide
tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain?
Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari
bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai
data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun,
apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha
evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa
pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi
kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap
asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi
temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman
yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian
sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant
Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan
melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan
Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim
dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1)
membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi
kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis
teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini
untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang
terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan
dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang
diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
3. Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk
melihat persamaan dan perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4.
Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk keteraturan yang
nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang
ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori
yang berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah
diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses
analisis data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu
yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain
sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua
ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded
Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang
terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding
yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan
teori substantif berdasarkan matriks yang telah disusun dan
temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka),
peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji
dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di
dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan
mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim
pada kontinum subsegmen tersebut.2.
Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun
data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan
dengan menggunakan paradigma pengkodean atau diagram logika melalui
beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi
kausal (kategori yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi
strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang dihasilkan
fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang menengahinya
(luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan menggambarkan
konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses selective coding
(pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi µalur cerita¶
kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian kategori-kategori
yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini proposisi bersyarat
(conditional proposition) atau hipotesis dapat dibangun.
4. Pengembangan dan penggambaran secara visual
matrik kondisional yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi
fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan
teori substantif atas ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap
inilah yang disebut sebagai (metode penelitian) grounded theory
meskipun kemudian dapat saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau
kategori yang berhasil dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk
dilakukan hal yang demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa
penurunan (grounded) suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4.
James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut
Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan
teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini
sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded
theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan
pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali
data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data
lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis
domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain
Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh
dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan
rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai
pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih,
semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan
domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur
internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3.
Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada
setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal
ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi
melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes
(Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan
keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan
fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi
melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat
pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses
yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi
mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran
totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data,
penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar.
Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini.
Sementara, interpretasi data
melibatkan pengikatan makna dan signifikansi
kepada analisis, penjelasan poladeskriptif, melihat pada hubungan dan
keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A.
Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam
metode utama yang berguna untuk menganalisis data pada saat
pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang
berisi serangkaian fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan
penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil catatan lapangan dan
mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara
keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang
telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan
penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau
esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat
dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan
dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat
kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan
pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan
kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa
tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah
diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan
kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code).
Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan
segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data
yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang
saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site
Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan
anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan.
Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian
dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site
SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti
di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa
hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan
menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan
interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok,
yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan
untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
pengamatan, baik berupa individu, kelas atau
kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan
ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya.
Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat
matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini
beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a.
Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah
matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat
ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu
kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b. Matriks
perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau
perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek
lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua
metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara
koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik
pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan
pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang
diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data
yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell
(2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data
yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik
atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data
misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video).
Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar
penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan
dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk
narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya
untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam
untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data
merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar
proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara
keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai
segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak
penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan
Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara
lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara berfikir partisipan
tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan
struktur sosial.
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai
data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala
berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah
dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan
beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa
µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama
dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti
terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan
kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk
penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed
Method Research¶Analisis data dalam mixed method research dilakukan
berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian
dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan
tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda
berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam
mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai
dengan memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu
untuk penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian
kuantitatif berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai
numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database,
menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian
kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual
untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah
wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya
dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk
akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti
MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk
eksplorasi data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif
dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar,
dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist
agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal
tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya
adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek
di margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of
meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat
dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah
pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat.
Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
pertanyaan penelitian dan hipotesis
peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau
mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas
dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan
apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau
tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan
coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa,
kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah
itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema
atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih
kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program
analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah
yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan
temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan
menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam
penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan
dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian
jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5.
Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external,
lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama,
kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data
berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni
memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif,
validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan
temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan
selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi
data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di
lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian
kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode
dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah
selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member
checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik
Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan
DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah
interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam
penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria,
yakni: Credibility, Transferability, Dependability
danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi
kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data,
peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di
latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
participation at study site), guna
menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan
cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT)
misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di
lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk
mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran
berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses
penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan)
merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan
penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang
berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan
untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti
membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai
konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data,
penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak
terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang
lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan
objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan
refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan
Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan
apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan
menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan
kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking.
triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek
temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah
proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan
untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan
untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka
baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian.
Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya
apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat
representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan
proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi
datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan)
yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara,
pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara,
pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil
temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan
seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam
bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut
deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang
berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan
gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah
temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah
tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang
digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn
Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih
bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa
peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup
hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan
berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya.
Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu
untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti
sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih
dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan
pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara
dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan
ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih
dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang
maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu
yang lain di luar data untuk pengecekan atau sebagai pembanding
terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam
triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan
sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi
untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan
menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan
sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang
telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah
penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus
negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak
sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan
dan digunakan sebagai pembanding.
7. Uraian rinciTeknik ini berkaitan erat dengan
kriteria keteralihan, yakni peneliti dapat menuliskaninterpretasi data atau
laporan temuan sejelas dan secermat mungkin sehingga dapatmenggambarkan
konteks yang sesungguhnya agar pada gilirannya dapat digunakan pada
konteks lain yang sejenis (berkarakteristik sama)8. AuditingTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria
kebergantungan dan kepastian data. Hal itudilakukan terhadap proses dan
hasil penelitian. Proses auditing terdiri dari: pra-entri, penetapan
hal-hal yang dapat diaudit, kesepakatan formal dan penentuan keabsahandata.
|
scribd. scribd.

|
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA
PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam penelitian kualitatif proses
analisis dan interpretasi data memerlukan cara berfikir kreatif,
kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses tersebut merupakan prosesyang
saling terkait dan sangat erat hubungannya. Analisis data merupakan prosesuntuk
pengorganisasian data dalam rangka mendapatkan pola-pola atau
bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan interpretasi data adalah proses
pemberian makna terhadap pola-pola atau keteraturan-keteraturan yang
ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang terkumpul diharapkan dapat
merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang telah dirumuskan. Proses
penyusunan data dapat berbeda-beda antar penelititergantung selera,
pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data yang terkumpuldapat
mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam penelitian kualitatif
tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data seperti formula yang
dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya
terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan
interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh data
yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu
wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah
berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi
merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian,
menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada
langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding.
Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir,
penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan
teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan
Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah
proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data
berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan
Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007)
µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari
dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan
lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan
temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan
ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian
teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau
teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah
ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan interpretasi
datamenurut Bogdan dan Biklen .
1.
Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan
kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai
minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian
yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai
dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam
pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical
questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah
dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions)
(tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah
dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data
dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang
peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal
yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat
dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek
teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif
data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian
literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora,
analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart
misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang
disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan
data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶
(developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi
informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek
penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data
yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik
penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan
alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶
ways of thinking about people and objects. Kode yang dibentuk berdasarkan
pemahaman subjek terhadap subjek lainnya, subjek terhadap orang luar,dan
subjek terhadap objek yang dapat membangun dunia mereka.5. Process codes.
Kata atau frasa yang memfasilitasi pengkategorian urutan
kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6. Activity codes. Kode yang
berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan yangkonstan terjadi.7. Event
codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus yang terjadi pada latar
ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes. Kode yang berisi berbagai
strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang
digunakan oleh subjek.
9.
Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang
tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan,
permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi
pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga
menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang
berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah
analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah
interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa
saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar
interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang
telah dirumuskan? apakah cara berfikir peneliti merefleksikan
ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang
lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa.
Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya,
membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang
dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3.
Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan
beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan
penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5.
Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi
temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman
yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian
sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant
Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan
melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan
Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim
dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1)
membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2)
mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan
4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan
metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data
yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan
dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang
diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
3.
Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan
perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul
antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan
ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa
data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses
pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode
sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila
telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting
(esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan
menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan
Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data
menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding,
axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional,
kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif berdasarkan
matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses
open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari
informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi
menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti
berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat
dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen
tersebut.2. Axial CodingDalam
axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah
open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan
paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah
yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori
yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau
interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan
kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi
strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective
CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti
mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan
pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding.
Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau
hipotesis dapat dibangun.
4.
Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional
yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil
pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas
ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut
sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat
saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil
dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang
demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu
teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980)
µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian
etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar
berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan
Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian
etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan
pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali
data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data
lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis
domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain
Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh
dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan
rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai
pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih,
semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis
Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk
mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang
terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri
spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan
antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara
terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering
Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan
hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema
sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan
interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif,
dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara
konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan
perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau
gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses
pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan
deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting
dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
melibatkan
pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan
poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara
dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman
(1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang
berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1.
Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus
penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas
kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk
mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean
seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini
didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci,
dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi
sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang
berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan
ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga
dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan
cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang
lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan
darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan
kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code).
Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan
segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data
yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang
saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site
Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan
anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan.
Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian
dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site
SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti
di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa
hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan
menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan
interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok,
yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan
untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
pengamatan, baik berupa individu, kelas atau
kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan
ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan
lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat
membuat matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini
beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a.
Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah
matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat
ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu
kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b.
Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau
perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek
lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua
metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara
koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik
pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola
atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di
lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun
berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum
data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang
dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau
tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data
misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video).
Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar
penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan
dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk
narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya
untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam
untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data
merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar
proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara
keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai
segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak
penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan
Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara
lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara
berfikir partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas,
strategi, hubungan dan struktur sosial.
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai
data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala
berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah
dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan
beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa
µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama
dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti
terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan
kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk
penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark
(2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research
dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode
penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan
penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada
berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja
dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya
prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1.
Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam
format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun
kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif berarti scoring data
dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang
eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan
untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan
mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu
mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi
kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses
ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya
kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau
HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang
diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif.
Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor
yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya,
juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi
data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca
dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap
transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau
gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3.
Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam
menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji
statistik sangat ditentukan oleh
pertanyaan penelitian dan hipotesis
peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau
mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas
dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan
apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau
tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan
coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa,
kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah
itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema
atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih
kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program
analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah
yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan
temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan
menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam
penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan
dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian
jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5.
Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external,
lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama,
kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data
berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni
memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif,
validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan
temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan
selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi
data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di
lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian
kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode
dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah
selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member
checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan
Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah
menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan
temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian kualitatif
menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni: Credibility,
Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility (kredibilitas)
digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk
dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus berpartisipasi aktif
dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian sepanjang waktu
penelitian (prolonged
participation at study site), guna
menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan
cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT)
misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di
lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk
mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran
berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses
penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan)
merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan
penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang
berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan
untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti
membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai
konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data,
penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak
terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang
lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan
objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan
refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan
Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan
apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan
menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan kredibilitas
temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking. triangulasi
dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek temuannya dengan
partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah proses peneliti
mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan
seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan untuk
mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka baik
lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat
meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah
deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan
dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan proses penyokongan
bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi datayang telah dilakukan
peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan) yang berbeda(guru dan
murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta
3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External
AuditUntuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu
melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang
tersebut dapat berupa pakar
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam
bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut
deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang
berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan
gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah
temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah
tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang
digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn
Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih
bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa
peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup
hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan
berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya.
Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu
untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti
sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih
dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan
pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara
dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan
ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih
dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian
yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan
sesuatu yang lain di luar data untuk pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam
triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan
sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi
untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh.
Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap
terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah
dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian
selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus negatif Dilakukan
dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai
dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan
digunakan sebagai pembanding.
7. Uraian rinciTeknik ini berkaitan erat dengan
kriteria keteralihan, yakni peneliti dapat menuliskaninterpretasi data atau
laporan temuan sejelas dan secermat mungkin sehingga dapatmenggambarkan
konteks yang sesungguhnya agar pada gilirannya dapat digunakan pada
konteks lain yang sejenis (berkarakteristik sama)8. AuditingTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria
kebergantungan dan kepastian data. Hal itudilakukan terhadap proses dan
hasil penelitian. Proses auditing terdiri dari: pra-entri, penetapan
hal-hal yang dapat diaudit, kesepakatan formal dan penentuan keabsahandata.
|
scribd. scribd.

yang
dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan
laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan
dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil
temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang
dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan data?2.
Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4. Sejauhmana
peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan
kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan beberapa teknik
pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi, antara lain:1.
Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti berada pada latar
penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh
atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan
penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan
dilakukannya teknik ini, yaitu untuk membangun kepercayaan
informan/subjek dan kepercayaan peneliti sendiri,menghindari distorsi
(kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih dalam tentang latar dan
subjek penelitian.2. Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara
konsisten dengan berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang
konstan atau tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan
dengan fokus penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan
untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3.
TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain di
luar data untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap temuan
data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi: sumber, metode,
penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil penelitian kepada
sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih
luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar
peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat
menguji hipotesis kerja yang telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat
pemgembangan langkah penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5.
Kajian kasus negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus
yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan
dan digunakan sebagai pembanding.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar