Selasa, 29 Mei 2012


 
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA

PendahuluanDalam penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya. Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
 
1. Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions) (tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode yang dibentuk  berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6. Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
 
9. Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan, permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara berfikir  peneliti merefleksikan ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
 
3. Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif  berdasarkan matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat dibangun.
 
4. Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
 
melibatkan pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code). Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan. Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
 
 pengamatan, baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b. Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara berfikir  partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
 
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif  berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
 
 pertanyaan penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa, kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni: Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
 
 participation at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data, penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar 
 
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk  pengecekan atau sebagai pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai pembanding.
scribd. scribd.
Quantcast
 
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya. Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
 
1. Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions) (tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode yang dibentuk  berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6. Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
 
9. Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan, permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara berfikir  peneliti merefleksikan ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
 
3. Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif  berdasarkan matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat dibangun.
 
4. Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
 
melibatkan pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code). Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan. Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
 
 pengamatan, baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b. Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara berfikir  partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
 
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif  berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
 
 pertanyaan penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa, kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni: Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
 
 participation at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data, penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar 
 
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk  pengecekan atau sebagai pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai pembanding.
scribd. scribd.
Quantcast
 
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya. Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
 
1. Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions) (tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode yang dibentuk  berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6. Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
 
9. Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan, permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara berfikir  peneliti merefleksikan ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
 
3. Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif  berdasarkan matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat dibangun.
 
4. Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
 
melibatkan pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code). Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan. Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
 
 pengamatan, baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b. Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara berfikir  partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
 
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif  berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
 
 pertanyaan penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa, kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni: Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
 
 participation at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data, penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar 
 
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya. Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
 
1. Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions) (tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode yang dibentuk  berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6. Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
 
9. Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan, permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara berfikir  peneliti merefleksikan ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
 
3. Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif  berdasarkan matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat dibangun.
 
4. Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
 
melibatkan pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code). Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan. Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
 
 pengamatan, baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b. Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara berfikir  partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
 
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif  berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
 
 pertanyaan penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa, kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni: Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
 
 participation at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data, penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar 
 
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk  pengecekan atau sebagai pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai pembanding.
 
7. Uraian rinciTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria keteralihan, yakni peneliti dapat menuliskaninterpretasi data atau laporan temuan sejelas dan secermat mungkin sehingga dapatmenggambarkan konteks yang sesungguhnya agar pada gilirannya dapat digunakan pada konteks lain yang sejenis (berkarakteristik sama)8. AuditingTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria kebergantungan dan kepastian data. Hal itudilakukan terhadap proses dan hasil penelitian. Proses auditing terdiri dari: pra-entri, penetapan hal-hal yang dapat diaudit, kesepakatan formal dan penentuan keabsahandata.
scribd. scribd.

 
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya. Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
 
1. Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions) (tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode yang dibentuk  berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6. Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
 
9. Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan, permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara berfikir  peneliti merefleksikan ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
 
3. Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif  berdasarkan matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat dibangun.
 
4. Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
 
melibatkan pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code). Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan. Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
 
 pengamatan, baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b. Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara berfikir  partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
 
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif  berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
 
 pertanyaan penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa, kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni: Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
 
 participation at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data, penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar 
 
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk  pengecekan atau sebagai pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai pembanding.
 
7. Uraian rinciTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria keteralihan, yakni peneliti dapat menuliskaninterpretasi data atau laporan temuan sejelas dan secermat mungkin sehingga dapatmenggambarkan konteks yang sesungguhnya agar pada gilirannya dapat digunakan pada konteks lain yang sejenis (berkarakteristik sama)8. AuditingTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria kebergantungan dan kepastian data. Hal itudilakukan terhadap proses dan hasil penelitian. Proses auditing terdiri dari: pra-entri, penetapan hal-hal yang dapat diaudit, kesepakatan formal dan penentuan keabsahandata.
scribd. scribd.
Quantcast
Quantcast



Analisis Data Penelitian Kualitatif (Sebuah Pengalaman Empirik)
PDF
Print
E-mail

Written by Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si   
Friday, 11 June 2010 01:32
Pekerjaan paling berat yang dilakukan peneliti setelah data terkumpul adalah analisis data. Analisis data merupakan bagian sangat penting dalam penelitian, karena dari analisis ini akan diperoleh temuan, baik temuan substantif maupun formal. Selain itu, analisis data kualitatif sangat sulit karena tidak ada pedoman baku, tidak berproses secara linier, dan tidak ada aturan-aturan yang sistematis.
Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin dijawab. Melalui serangkaian aktivitas tersebut, data kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa  dipahami dengan mudah.
Analisis data kualitatif sesungguhnya sudah dimulai saat peneliti mulai mengumpulkan data, dengan cara memilah mana data yang sesungguhnya penting atau tidak. Ukuran penting dan tidaknya mengacu pada kontribusi data tersebut pada upaya menjawab fokus penelitian. Di dalam penelitian lapangan (field research) bisa saja terjadi karena memperoleh data yang sangat menarik, peneliti mengubah fokus penelitian. Ini bisa dilakukan karena perjalanan penelitian kualitatif bersifat siklus, sehingga fokus yang sudah didesain sejak awal bisa berubah di tengah jalan karena peneliti menemukan data yang sangat penting, yang sebelumnya tidak terbayangkan. Lewat data itu akan diperoleh informasi yang lebih bermakna. Untuk bisa menentukan kebermaknaan data atau informasi ini diperlukan pengertian mendalam, kecerdikan, kreativitas, kepekaan konseptual, pengalaman dan expertise peneliti. Kualitas hasil analisis data kualitatif sangat tergantung pada faktor-faktor tersebut.
Dari pengalaman melakukan penelitian kualitatif beberapa kali, model analisis data yang dikenalkan oleh Spradley (1980), dan Glaser dan Strauss (1967) bisa dipakai sebagai  pedoman. Kendati tidak baku, artinya setiap peneliti kualitatif bisa mengembangkannya sendiri, secara garis besar  model analisis itu diuraikan sebagai berikut:
1. Analisis Domain (Domain analysis). Analisis domain pada hakikatnya adalah upaya peneliti untuk memperoleh gambaran umum tentang data untuk menjawab fokus penelitian. Caranya ialah dengan membaca naskah data secara umum dan menyeluruh untuk memperoleh domain atau ranah apa saja yang ada di dalam data tersebut. Pada tahap ini peneliti belum perlu membaca dan memahami data secara rinci dan detail karena targetnya hanya untuk memperoleh domain atau ranah. Hasil analisis ini masih berupa pengetahuan tingkat “permukaan” tentang berbagai ranah konseptual. Dari hasil pembacaan itu diperoleh hal-hal penting dari kata, frase atau bahkan kalimat untuk dibuat catatan pinggir.
2. Analisis Taksonomi (Taxonomy Analysis). Pada tahap analisis taksonomi, peneliti berupaya memahami domain-domain tertentu sesuai fokus masalah atau sasaran penelitian. Masing-masing domain mulai dipahami secara mendalam, dan membaginya lagi menjadi sub-domain, dan dari sub-domain itu dirinci lagi menjadi bagian-bagian yang lebih khusus lagi hingga tidak ada lagi yang tersisa, alias habis (exhausted). Pada tahap analisis ini peneliti bisa mendalami domain dan sub-domain yang penting lewat konsultasi dengan bahan-bahan pustaka untuk memperoleh pemahaman lebih dalam.
3. Analisis Komponensial (Componential Analysis). Pada tahap ini peneliti mencoba mengkontraskan antar unsur dalam ranah yang diperoleh . Unsur-unsur yang kontras dipilah-pilah dan selanjutnya dibuat kategorisasi yang relevan. Kedalaman pemahaman tercermin dalam kemampuan untuk mengelompokkan dan merinci anggota sesuatu ranah, juga memahami karakteristik tertentu yang berasosiasi. Dengan mengetahui warga suatu ranah, memahami kesamaan dan hubungan internal, dan perbedaan antar warga dari suatu ranah, dapat diperoleh pengertian menyeluruh dan mendalam serta rinci mengenai pokok permasalahan.
4. Analisis Tema Kultural (Discovering Cultural Themes). Analisis Tema Kultural adalah analisis dengan memahami gejala-gejala yang khas dari analisis sebelumnya. Analisis ini mencoba mengumpulkan sekian banyak tema, fokus budaya, nilai, dan simbol-simbol budaya yang ada dalam setiap domain. Selain itu, analisis ini berusaha menemukan hubungan-hubungan yang terdapat pada domain yang dianalisis, sehingga akan membentuk satu kesatuan yang holistik, yang akhirnya menampakkan tema yang dominan dan mana yang kurang dominan. Pada tahap ini yang dilakukan oleh peneliti adalah: (1) membaca secara cermat keseluruhan catatan penting, (2) memberikan kode pada topik-topik penting, (3) menyusun tipologi, (4) membaca pustaka yang terkait dengan masalah dan konteks penelitian. Berdasarkan seluruh analisis, peneliti melakukan rekonstruksi dalam bentuk deskripsi, narasi dan argumentasi. Sekali lagi di sini diperlukan kepekaan, kecerdasan, kejelian, dan kepakaran peneliti untuk bisa menarik kesimpulan secara umum sesuai sasaran penelitian.
---Selamat Mencoba---


 
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA

PendahuluanDalam penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya. Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
 
1. Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions) (tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode yang dibentuk  berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6. Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
 
9. Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan, permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara berfikir  peneliti merefleksikan ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
 
3. Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif  berdasarkan matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat dibangun.
 
4. Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
 
melibatkan pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code). Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan. Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
 
 pengamatan, baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b. Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara berfikir  partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
 
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif  berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
 
 pertanyaan penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa, kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni: Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
 
 participation at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data, penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar 
 
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk  pengecekan atau sebagai pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai pembanding.
 
7. Uraian rinciTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria keteralihan, yakni peneliti dapat menuliskaninterpretasi data atau laporan temuan sejelas dan secermat mungkin sehingga dapatmenggambarkan konteks yang sesungguhnya agar pada gilirannya dapat digunakan pada konteks lain yang sejenis (berkarakteristik sama)8. AuditingTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria kebergantungan dan kepastian data. Hal itudilakukan terhadap proses dan hasil penelitian. Proses auditing terdiri dari: pra-entri, penetapan hal-hal yang dapat diaudit, kesepakatan formal dan penentuan keabsahandata.
scribd. scribd.
Quantcast

 
ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA KUALITATIF SERTA PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
PendahuluanDalam penelitian kualitatif proses analisis dan interpretasi data memerlukan cara berfikir kreatif, kritis dan sangat hati-hati. Kedua proses tersebut merupakan prosesyang saling terkait dan sangat erat hubungannya. Analisis data merupakan prosesuntuk pengorganisasian data dalam rangka mendapatkan pola-pola atau bentuk-bentuk keteraturan. Sedangkan interpretasi data adalah proses pemberian makna terhadap pola-pola atau keteraturan-keteraturan yang ditemukan dalam sebuah penelitian.Data yang terkumpul diharapkan dapat merupakan jawaban dari pertanyaan penelitianyang telah dirumuskan. Proses penyusunan data dapat berbeda-beda antar penelititergantung selera, pengalaman dan kreatifitas berfikir sehingga data yang terkumpuldapat mempengaruhi pemilihan alat analisis data. Dalam penelitian kualitatif tidak adaformula yang pasti untuk menganalisis data seperti formula yang dipakai dalam penelitian kuantitatif. Namun, pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan langkah yang ditempuh untuk menganalisis dan interpretasi data. Proses analisis data diawali dengan menelaahseluruh data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber yaitu wawancara, pengamatan lapangan, dan kajian dokumen (pustaka). Langkah berikutnya reduksidata yang dilakukan dengan cara abstraksi. Abstraksi merupakan upaya membuatrangkuman dari segala data yang ada. Kemudian, menyusunnya dalam satuan-satuan.Satuan-satuan ini dikategorisasikan pada langkah berikutnya. Pengkategorian inidilakukan dengan cara koding. Selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan keabsahandata. Langkah terakhir, penafsiran data yang telah untuk diuji (verifikasi) untuk dijadikan teori substansif dengan menggunakan beberapa metode tertentu.Taylor dan Bogdan berpendapat bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif adalahsebuah proses yang terus menerus. Pengumpulan data dan analisis data berjalan bersamaan (hand in hand).Ii. PembahasanA. Analisis dan Interpretasi Data1. Robert C. Bogdan & Sari Knopp Biklen (2007) µCoding¶Analisis data kualitatif adalah proses secara sistematis mencari dan mengolah berbagai data yang bersumber dari wawancara, pengamatan lapangan, dan kajiandokumen (pustaka) untuk menghasilkan suatu laporan temuan penelitian. Sedangkaninterpretasi data merujuk pada pengembangan ide-ide atas hasil penemuan untuk kemudian direlasikan dengan kajian teoretik (teori yang telah ada) untuk menghasilkan konsep-konsep atau teori-teori substansif yang baru dalam rangkamemperkaya khazanah ilmu.Berikut ini merupakan beberapa saran dalam penganalisisan dan interpretasi datamenurut Bogdan dan Biklen .
 
1. Pastikan ranah penelitian yang dipilih dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan peneliti. Hal ini meliputi pemilihan topik yang sesuai minat, kebermanfaatan hasil penelitian, subjek serta latar penelitian yang jelas dan dapat digapai.2. Tentukan metode penelitian yang sesuai dengan topik yang dipilih.3. Bangun pertanyaan analitik. Terdapat dua macam pertanyaan, yakni pertanyaanteoretikal substantif (substantive theoretical questions) (fokus pada subjek dan latar khusus penelitian yang tengah dilakukan) dan pertanyaan teoretikal formal (formaltheoretical questions) (tidak berfokus pada subjek dan latar khusus penelitian yangtengah dilakukan, namun bersifat lebih umum).4. Rencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.5. Tulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.6. Catat segala hal yang berhubungan dengan ranah penelitian sebagai hal-hal yangdapat dipelajari lebih lanjut untuk perkembangan topik penelitian baik aspek teori,metode maupun isu substantif.7. Nilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para informan.8. Mulai bereksplor pada kajian literatur ketika peneliti berada di lapangan.9. Bermain dengan metafora, analogi dan konsep.10. Gunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart misalnya tabel, matrik dandiagram.Tahap selanjutnya setelah hal-hal yang disebutkan di atas adalah analisis daninterpretasi setelah pengumpulan data. Bogdan dan Biklen menyebutnya denganaktivitas ¶membangun kategori data¶ (developing coding categories).1. Setting/context codes. Kode yang berisi informasi-informasi yang masih umumtentang latar, topik dan subjek penelitian.2. Definition of the situation codes. Penempatan unit-unit data yang dapatmenunjukkan bagaimana subjek menggambarkan latar dan topik penelitian.3. Perspectives held by subjects. Kode yang dibentuk berdasarkan alur berpikir subjek terhadap latar dan topik penelitian.4. Subjects¶ ways of thinking about people and objects. Kode yang dibentuk  berdasarkan pemahaman subjek terhadap subjek lainnya, subjek terhadap orang luar,dan subjek terhadap objek yang dapat membangun dunia mereka.5. Process codes. Kata atau frasa yang memfasilitasi pengkategorian urutan kejadian, perubahan dari waktu ke waktu.6. Activity codes. Kode yang berisi berbagai catatan perilaku dan tindakan yangkonstan terjadi.7. Event codes. Kode yang berisi catatan aktivitas khusus yang terjadi pada latar ataukehidupan subjek penelitian.8. Stategy codes. Kode yang berisi berbagai strategi yang merujuk pada taktik,metode, manuver, dan sejenisnya yang digunakan oleh subjek.
 
9. Relationship and social structure codes. Pola-pola perilaku subjek yang tidak ditunjukkan di muka umum yang bersifat µhubungan¶ (persahabatan, permusuhan, percintaan).10. Narrative codes. Berisi struktur dan isi pembicaraan yang dikemas menurut versisubjek sendiri yang juga menggambarkan nilai dan kepercayaan sujek.11. Methods codes. Kode yang berisi prosedur penelitian, masalah-masalah sertasuka-dukanya.Setelah analisis data dilakukan melalui pengkodean, selanjutnya adalah interpretasidata. Dalam hal ini Bogdan dan Biklen menawarkan beberapa saran, antara lain:1. Mengulas hasil analisis data. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan misalnya apa asumsi dasar interaksi simbolik?, bagaimanatemuan data dikorelasikan dengan premis yang telah dirumuskan? apakah cara berfikir  peneliti merefleksikan ide-ide tersebut? Atau peneliti mencoba menggunakankerangka teoretik yang lain? Kerangka apa yang digunakan?2. Membaca hasil penelitian serupa. Mempelajari bagaimana peneliti lain menggagaskonsep, ide dan teorinya, membingkai data-data mereka, apakah perbedaan dan persamaan data yang dihimpun, apa yang terlewat dari temuan penelitian maupunanalisis data?3. Berusaha evaluatif terhadap subjek dan situasi penelitian .4. Mengajukan beberapa pertanyaan dasar, seperti: apa implikasi temuan penelitian bagi kehidupan sehari-hari peneliti? Bagi orang lain?5. Berspekulasi terhadap asumsi yang dimiliki oleh subjek, berstrategi bagaimanamenginterpretasi temuan.6. Kemukakan cerita yang mungkin ada untuk menghasilkan pemahaman yangmaksimal atas penelitian yang dilakukan.7. Buatlah laporan penelitian sejelas mungkin.2. Barney G. Glaser dan Anselm L. Strauss (1990)µConstant Comparative Method¶Penyusunan teori yang berasal dari data dapat dilakukan melalui analisis komparatif seperti yang dikemukakan oleh Glaser dan Strauss, meskipun pada awalnya metodeini dikenalkan oleh Weber, Durkheim dan Mannheim. Terdapat empat tahap dalammetode komparatif konstan, yakni 1) membandingkan kejadian yang aplikatif terhadap setiap kategori, 2) mengintegrasi kategori beserta kawasannya, 3)memutuskan batasan teori, dan 4) menulis teori.Ada beberapa saran yang dapat dilakukan jika menggunakan metode ini untuk menganalisis data penelitian.1. Mengkaji seluruh data yang terhimpun dengan melihat sumber data yakniwawancara, pengamatan dan dokumen.2. Menelaah semua indikator dari kategori-kategori yang sedang diamati dalamdokumen dan memberinya kode.
 
3. Membandingkan kode-kode yang sejenis untuk melihat persamaan dan perbedaanyang muncul antar data yang berkode sama.4. Kesamaan yang muncul antar kode merupakan bentuk keteraturan yang nantinyadapat diklasifikasikan ke dalam sebuah kategori.5. Perbedaan yang ada merupakan indikasi bahwa data tersebut terkelompokkan kedalam kategori yang berbeda.6. Proses pengkategorian data selesai bila semua data sudah diberi kode dan semuakode sudah dikelompokan ke dalam kategori.7. Proses analisis data berakhir bila telah ditentukan kategori-kategori tertentu yangmerupakan kategori penting (esensial) sedangkan kategori yang lain sebagai kategori penunjang dan menyimpulkan hubungan dari semua ketegori yang ada.3. Anselm L. Strauss dan Juliet Corbin (1990) µGrounded Theory¶Berikut adalah proses analisis data menurut Strauss dan Corbin yang terdiri dari tigatahap yakni open coding, axial coding dan selective coding yang menghasilkanmatriks kondisional, kemudian diakhiri dengan penyusunan teori substantif  berdasarkan matriks yang telah disusun dan temuan penelitian.1. Open CodingPada proses open coding (pengkodean terbuka), peneliti membentuk kategori awaldari informasi tentang fenomena yang dikaji dengan pemisahan informasi menjadi beberapa kategori (segmen). Di dalam setiap segmen, peneliti berupaya menemukansubsegmen (propertics) dan mencari data untuk membuat dimensi ataumemperlihatkan kemungkinan ekstrim pada kontinum subsegmen tersebut.2. Axial CodingDalam axial coding (pengkodean poros), peneliti menyusun data dengan cara barusetelah open coding. Rangkaian data ini disajikan dengan menggunakan paradigma pengkodean atau diagram logika melalui beberapa langkah yakni mengidentifikasifenomena sentral, menjajaki kondisi kausal (kategori yang memengaruhi fenomena),menspesifikasi strategi-strategi (tindakan atau interaksi yang dihasilkan fenomenasentral), mengidentifikasi konteks dan kondisi yang menengahinya (luas dansempitnya kondisi yang memengaruhi strategi), dan menggambarkan konsekuensi(hasil strategi).3. Selective CodingPada proses selective coding (pengkodean terpilih), peneliti mengidentifikasi µalur cerita¶ kemudian mencatatkannya berdasarkan pengintegrasian kategori-kategori yangtelah dilakukan pada axial coding. Dalam fase ini proposisi bersyarat (conditional proposition) atau hipotesis dapat dibangun.
 
4. Pengembangan dan penggambaran secara visual matrik kondisional yangmenjelaskan kondisi-kondisi yang memengaruhi fenomena sentral.Hasil pengumpulan dan analisis data adalah pembentukan teori substantif atas ranahatau bidang yang diteliti. Sampai pada tahap inilah yang disebut sebagai (metode penelitian) grounded theory meskipun kemudian dapat saja dilakukan uji empiriskarena variabel atau kategori yang berhasil dihimpun dari data di lapanganmemungkinkan untuk dilakukan hal yang demikian. Namun, Creswell mengatakan bahwa penurunan (grounded) suatu teori merupakan studi yang terlegitimasi.4. James P. Spradley (1980) µAnalysis: Ethnography¶Pada dasarnya, menurut Spradley, penelitian etnografi menawarkan strategi yang jituuntuk menemukan teori dari dasar berdasarkan data empiris deskripsi budaya danhalini sejalan dengan temuan Glaser dan Strauss pada 1967 yakni grounded theory.Dalam penelitian etnografi, analisis merupakan suatu proses penemuan pertanyaan.Penganalisisan catatan lapangan perlu dilakukan pada setiap kali data terhimpun. Halini dilakukan untuk menentukan langkah maupun data lainnya yang masih diperlukan.Terdapat empat jenis analisis, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisiskomponen, dan analisis tema.1. Domain Analysis (Analisis Domain)Untuk memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari subjek penelitian atausituasi sosial. Melalui pertanyaan umum dan rinci peneliti menemukan berbagaikategori atau domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Semakin banyak domain yang dipilih, semakin banyak waktu penelitian.2. Taxonomic Analysis (Analisis Taksonomi)Menjabarkan domain-domain yang dipilih menjadi lebih rinci untuk mengetahuistruktur internalnya. Hal ini dilakukan dengan pengamatan yang terfokus.3. Componential Analysis (Analisis Komponensial)Mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengontraskan antar elemen. Hal ini dilakukan melalui observasi dan wawancara terseleksi melalui pertanyaan yang mengontraskan.4. Discovering Cultural themes (Analisis Tema Budaya)Mencari hubungan di antara domain dan hubungan dengan keseluruhan yangselanjutnya dinyatakan ke dalam tema-tema sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.Proses analisis dan interpretasi melibatkan pengujian disiplin, pemahaman kreatif, dan perhatian cermat pada tujuan penelitian. Dua langkah ini secara konseptualmerupakan proses yang terpisah. Proses analisis dimulai dengan perakitan materi-materi mentah dan pengambilan suatu tinjauan mendalam atau gambaran totaldari proses keseluruhan. Analisis adalah proses pengurutan data, penyusunan data kedalam pola-pola, kategori, dan satuan deskriptif dasar. Strategi reduksi datamerupakan hal yang amat penting dalam hal ini. Sementara, interpretasi data
 
melibatkan pengikatan makna dan signifikansi kepada analisis, penjelasan poladeskriptif, melihat pada hubungan dan keterkaitan di antara dimensi-dimensideskriptif.5. Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman (1984) µMatrix¶Menurut Miles dan Huberman, terdapat enam metode utama yang berguna untuk menganalisis data pada saat pengumpulan data, yakni:1. Contact Summary SheetSuatu kertas kerja yang berisi serangkaian fokus penelitian atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. Peneliti mengulas kembali hasil catatan lapangan dan mencobamenjawabnya dengan singkat untuk mengembangkan kesimpulan secara keseluruhan.2. Codes and CodingPengkodean seluruh catatan lapangan yang telah disusun (kategorisasi). Pengkodeanini didasarkan atas pertanyaan penelitian yang muncul, hipotesis, konsep kunci, dantema-tema penting atau esensial Kode-kode tersebut diorganisasi sedemikian rupaagar dapat dikelompokkan berdasarkan segmen-segmen yang berhubungan dengan pertanyaan yang telah dirumuskan. Pengelompokkan ini erat kaitannya dengantahapan analisis.3. Pattern CodingDisebut juga dengan pengkodean inferensial atau penjelasan (explanatory) yaknimerupakan cara mengelompokkan kesimpulan-kesimpulan ke dalam bentuk-bentuk yang lebih kecil berupa tema atau konstruk. Setelah tema, pola dan penjelasan darilatar telah diidentifikasi, peneliti mengumpulkan data untuk dimasukkan kedalamsatuan-satuan analisis yang esensial dan bermakna (meta-code). Langkah pertama pengkodean adalah sebagai alat menyimpulkan segmen-segmen data.4. MemoingMemo dalam hal ini bukan hanya merupakan data yang terhimpun dari penelitian ,namun mereka merupakan satu kesatuan yang saling terkait yang merepresentasikansuatu konsep yang utuh.5. Site Analysis MeetingPeneliti berupaya melakukan µpertemuan¶ dengan informan dan anggota lainnya untuk menyimpulkan kondisi dan keadaan lapangan. Pertemuan ini diarahkan olehserangkaian pertanyaan yang diajukan kemudian dijawab dan dicatat selama pertemuan berlangsung.6. Interim Site SummaryBerisi sintesis atas pengetahuan yang berhasil didapat oleh peneliti di lapangan.Aktivitas dalam analisis model ini antara lain memeriksa hal-hal yang mungkin luputdari penelitian, kilas balik temuan dan menentukan langkah penelitian selanjutnya.Secara umum analisis data dan interpretasi data dengan cara matrik dapat dibagimenjadi dua kelompok, yaitu deskripsi tunggal dan deskripsi ganda. Deskripsi tunggaldigunakan untuk menganalisis dan menginterpretasi data yang berasal dari suatu hasil
 
 pengamatan, baik berupa individu, kelas atau kelompok, sedangkan deskripsi gandadigunakan untuk menganalisis pengamatan ganda dan mencoba membandingkanantara hasil pengamatan yang sama dengan lainnya. Tidak ada patokan yang pastidalam pembuatan matrik, peneliti dapat membuat matrik sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya. Berikut ini beberapa yang dapat dipertimbangkan untuk membanguntampilan matrik .a. Matriks deskripsiMatrik di bawah ini berisi deskripsi pengamatan. Sebuah matrik mungkin juga berisi penjelasan data bila matrik tersebut memuat ide-ide peneliti termasuk interpretasi peneliti terhadap suatu kejadian. Jenis matrik semacam itu disebut matrik deskripsi. b. Matriks perbandinganMatrik perbandingan berisi data pengamatan ganda atau perbandingan berdasarkandua hal, dapat berupa metode, motivasi, atau aspek lain yang sengaja dikontraskanoleh peneliti. Untuk membandingkan kedua metode, misalnya, peneliti dapatmenggunakan ranah jenis kelamin, cara koreksi atau ranah yang lain.c. Matriks pola atau matrik aspek Matrik pola atau matrik aspek menggambarkan data yang tersusun berdasarkan pola- pola atau aspek-aspek yang diperoleh berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.d. Matriks pola kronologisMatrik menggambarkan data yang tersusun berdasarkan urutan waktu (kronologis).6. John W. Creswell (2008)Sebelum data dianalisis, peneliti melakukan pengorganisasian data yang dapatditempuh melalui beberapa cara yaitu: 1) membangun sebuah matrik atau tabelsumber. 2) mengorganisasikan materi/data berdasarkan tipe data misalnya pengamatan, wawancara, dokumen dan data visual (foto, video). Hal ini juga dapatdilakukan berdasarkan partisipan (informan) dan latar penelitian. 3) menyimpansalinan seluruh data.Setelah data diorganisasikan dan ditranskrip (proses pengalihan data mentah ke dalam bentuk narasi/teks data), selanjutnya peneliti mengeksplorasi data yakni upaya untuk mendapatkan gambaran umum, ide dan pemikiran yang lebih dalam untuk menentukan apakah data telah memadai dan tepat.Pengkodean data merupakan langkah penting lainnya. Secara garis besar proses pengkodean menurut Creswell yakni: 1) membaca data secara keseluruhan. 2)membagi/memilah data ke dalam segmen-segmen. 3) menamai segmen dengan kode.4) mengurangi tumpang tindih kode dan kode yang tidak penting. 5) menurunkankode ke dalam tema-tema.Creswell serta Bogdan dan Biklen memaparkan contoh-contoh kode yang berisi berbagai topik antara lain: latar dan konteks, perspektif partisipan, cara berfikir  partisipan tentang objek dan orang, proses, aktivitas, strategi, hubungan dan struktur sosial.
 
Interpretasi data adalah upaya peneliti memaknai data yang dapat ditempuh dengancara meninjau kembali gejala-gejala berdasarkan sudut pandangnya, perbandingandengan penelitian yang pernah dilakukan (misanya oleh peneliti lain). Kajianinterpretasi ini melibatkan beberapa hal yang penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa µdiskusi¶, µkesimpulan¶, dan µimplikasi¶ seperti: kilas balik temuan utama dan bagaimana pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.7. John W. Creswell dan Vicky L. Plano Clark (2007)µMixed Method Research¶Analisis data dalam mixed method research dilakukan berdasarkan metode penelitianyang digabungkan, yakni metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Ini untuk menjawab pertanyaan penelitian dalam mix method resesearch. Sehingga pertanyaanyang ada berhubungan dengan tipe desain yang digunakan yang tentu saja dalammenganalisis juga berbeda berdasarkan desain penelitiannya.Selanjutnya prosedur analisis data dalam mixed method research sebagai berikut:1. Menyiapkan dataLangkah ini dimulai dengan memindahkan data mentah kedalam format yang dipakai baik itu untuk penelitian kuantitatif, maupun kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif  berarti scoring data dengan mengkuantifikasi nilai numerik setiap jawaban,meniadakan data yang eror dalam database, menciptakan variabel baru yangdiperlukan.Sedangkan untuk penelitian kualitatif, langkahnya adalah dengan mengorganisasidata/dokumen/data visual untuk dianalisis, lalu mentranskripsikan data/teks/hasilinterview setelah wawancara atau observasi kedalam word-processing untuk selanjutnya dianalisis. Selama proses ini peneliti mengecek transkrip untuk akurasidata, kemudian mengi-inputnya kedalam program software seperti MAXqda, Atlas.ti, NVivo atau HyperRESEARCH.2. Mengeksplorasi dataUntuk eksplorasi data, data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif dianalisasecara deskriptif. Misalnya, menghitung median, deviasi standar, dan varian jawabantiap nomor yang muncul dalam instrument atau checklist agar dapat ditentukantrendnya, juga agar peneliti dapat menentukan normal tidaknya distribusi data.Sementara dalam penelitian kualitatif, langkahnya adalah membaca dengan lebih telitidata yang ada, dengan menulis memo pendek di margin tiap transkrip wawancara,catatan lapangan, jurnal, minutes of meetings, atau gambar. Pada tahap ini pula,codebook kualitatif dapat dikembangkan.3. Menganalisis dataDalam penelitian kuantitatif, langkah pertama dalam menganalisis data adalahmemilih uji statistik yang tepat. Pemilihan uji statistik sangat ditentukan oleh
 
 pertanyaan penelitian dan hipotesis peneliti, misalnya, apakah menggambarkan tren,membandingkan, atau mengkorelasikan. Uji statistik juga ditentukan dari jumlahvariabel bebas dan terikat, tipe skala yang digunakan mengukur variabel, dan apakah populasinya telah terdistribusi secara normal atau tidak.Sedangkan prosedur dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan coding/pengkodeandata, membagi teks ke dalam unit kecil seperti frasa, kalimat dan paragraph, lalumemberi label ke tiap unit kecil tadi. Setelah itu mengelompokkan kode ke dalamtema atau kategori, lalu menghubungkan tema atau kategori tersebut ataumengabstraksikannya ke dalam tema yang lebih kecil. Terakhir adalah koding datayang dapat dilakukan dengan program analisis data untuk kualitatif.4. Mempresentasikan analisis dataLangkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif adalah denganmempresentasikan temuan penelitian dalam bentuk ringkasan yaitu berupa pernyataantemuan, dan menyediakan temuan dalam bentuk tabel dan gambar. Namun dalam penelitian kualitatif, presentasi temuan penelitian dilakukan dalam bentuk mendiskusikan tema atau kategori yang dipakai, kemudian jugamenyiapkannya secara visual dalam bentuk model, gambar dan tabel.5. Memvalidasi dataValidasi data dilakukan dengan memakai standar external, lalu memvalidasi danmemeriksa reliabilitas skor dari instrument yang lama, kemudian menentukanvaliditas dan reliabilitas data. Walaupun validasi data berbeda dalam kedua penelitian,tetapi tujuan keduanya adalah sama yakni memeriksa kualitas data dan temuannya.Dalam penelitian kuantitatif, validitas berarti bahwa peneliti mampu menyimpulkanhasil yang berdasarkan temuan ke populasi, dan reliabilitas bermakna skor dari partisipan selalu bersifat konsisten dan stabil.Dalam penelitian kualitatif, vaidasi data dilakukan dari hasil analisis peneliti daninformasi partisipan di lapangan dan juga penguji luar. Reliabilitas berperan kecildalam penelitian kualitatif dan sangat tergantung pada reliabilitas pemberi kode dalammenganalisis kode teks yang diteliti. Sehingga, dalam langkah selanjutnya, validasidata dilakukan dengan memakai pendekatan member checking, triangulasi, dan peer review.B. Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Data (Trustworthiness)1. Kriteria Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan dalam penelitian kualitatif menurut Guba dalamMills meliputi beberapa kriteria, yakni: Credibility, Transferability, Dependability danCofirmability.Credibility (kredibilitas) digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data, peneliti harus berpartisipasi aktif dalammelakukan tindakan, berada di latar penelitian sepanjang waktu penelitian (prolonged
 
 participation at study site), guna menghindari adanya bias dan persepsi yang salah.Hal ini dilakukan dengan cara melakukan tindakan secara aktif (pada MetodePenelitian Tindakan (MPT) misalnya mengajar), Dengan demikian semua masalahdapat diatasi langsung di lapangan. Melakukan observasi yang cermat (persistentobservation) untuk mengamati perilaku informan (siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung), diskusi dengan sejawat selama proses penelitian berlangsung (peer debriefing).Transferability (keteralihan) merupakan konsep validitas yang menyatakan bahwageneralisasi suatu penemuan penelitian dapat berlaku atau diterapkan pada kontekslain yang berkarakteristik sama (representatif). Hal ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap data sesuai konteks artinya peneliti membuat deskripsidata secara detail dan mengembangkannya sesuai konteks.Dependability (kebergantungan) untuk menunjukkan stabilitas data, penelitimemeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data yang satu dengan yang lain.Confirmability (kepastian) untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, peneliti dapat menggunakan jurnal guna melakukan refleksi terhadap data yangdikumpulkan. b. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan DataSetelah menganalisis data, peneliti harus memastikan apakah interpretasi dan temuan penelitian akurat. Validasi temuan menurut Creswell berarti bahwa penelitimenentukan keakuratan dan kredibilitas temuan melalui beberapa strategi, antara lainmember checking. triangulasi dan auditing.1. Member checkingPeneliti perlu mengecek temuannya dengan partisipan demi keakuratan temuan.Member checking adalah proses peneliti mengajukan pertanyaan pada satu atau lebih partisipan untuk tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas. Aktivitas ini jugadilakukan untuk mengambil temuan kembali pada partisipan dan menanyakan padamereka baik lisan maupun tertulis tentang keakuratan laporan penelitian. Pertanyaandapat meliputi berbagai aspek dalam penelitian tersebut, misalnya apakah deskripsidata telah lengkap, apakah interpretasi bersifat representatif dan dilakukan tanpakecenderungan.2. TriangulasiMerupakan proses penyokongan bukti terhadap temuan, analisis dan interpretasi datayang telah dilakukan peneliti yang berasal dari: 1) individu (informan) yang berbeda(guru dan murid), 2) tipe atau sumber data (wawancara, pengamatan dan dokumen),serta 3) metode pengumpulan data (wawancara, pengamatan dan dokumen).3. External AuditUntuk menghindari bias atas hasil temuan penelitian, peneliti perlu melakukan cek silang dengan seseorang di luar penelitian. Seseorang tersebut dapat berupa pakar 
 
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk  pengecekan atau sebagai pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai pembanding.
 
7. Uraian rinciTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria keteralihan, yakni peneliti dapat menuliskaninterpretasi data atau laporan temuan sejelas dan secermat mungkin sehingga dapatmenggambarkan konteks yang sesungguhnya agar pada gilirannya dapat digunakan pada konteks lain yang sejenis (berkarakteristik sama)8. AuditingTeknik ini berkaitan erat dengan kriteria kebergantungan dan kepastian data. Hal itudilakukan terhadap proses dan hasil penelitian. Proses auditing terdiri dari: pra-entri, penetapan hal-hal yang dapat diaudit, kesepakatan formal dan penentuan keabsahandata.
scribd. scribd.
Quantcast
 
yang dapat memberikan penilaian imbang dalam bentuk pemeriksaan laporan penelitian yang akurat. Hal ini menyangkut deskripsi kelemahan dan kekuatan penelitian serta kajian aspek yang berbeda dari hasil temuan penelitian. Schwandt danHalpern memberikan gambaran pertanyaan yang dapat diajukan oleh auditor, antaralain:1. Apakah temuan berdasarkan data?2. Apakah simpulan yang dihasilkan logis?3. Apakah tema tepat?4. Sejauhmana peneliti melakukan bias?5. Strategi apa yang digunakan untuk meningkatkan kredibilitas?Sementara itu, Michael Quinn Patton mengajukan beberapa teknik pemeriksaanketerpercayaan data yang lebih bervariasi, antara lain:1. Perpanjangan keikutsertaanHal ini berarti bahwa peneliti berada pada latar penelitian pada kurun waktu yangdianggap cukup hingga mencapai titik jenuh atas pengumpulan data di lapangan.Waktu akan berpengaruh pada temuan penelitian baik pada kualitas maupunkuantitasnya. Terdapat beberapa alasan dilakukannya teknik ini, yaitu untuk membangun kepercayaan informan/subjek dan kepercayaan peneliti sendiri,menghindari distorsi (kesalahan) dan bias, serta mempelajari lebih dalam tentang latar dan subjek penelitian.2. Ketekunan pengamatanMengandung makna mencari secara konsisten dengan berbagai cara dalam kaitandengan proses analisis yang konstan atau tentatif dan menemukan ciri-ciri dan unsur yang relevan dengan fokus penelitian untuk lebih dicermati. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan kedalaman penelitian yang maksimal.3. TriangulasiTriangulasi adalah teknik yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk  pengecekan atau sebagai pembanding terhadap temuan data. Denzin dalam Moleongmengajukan empat macam triangulasi: sumber, metode, penyidik dan teori.4. Pengecekan sejawatMengekspos hasil penelitian kepada sejawat dalam bentuk diskusi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas, komprehensif, dan menyeluruh. Hal ini perlu dilakukan agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan jujur atastemuan, dapat menguji hipotesis kerja yang telah dirumuskan, menggunakannyasebagai alat pemgembangan langkah penelitian selanjutnya serta sebagai pembanding.5. Kajian kasus negatif Dilakukan dengan cara mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai pembanding.

Quantcast

Tidak ada komentar:

Posting Komentar